SAMPIT,katakata.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus menggencarkan pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) kepada masyarakat. Meski capaian program tersebut telah melampaui target nasional, perhatian serius kini diarahkan pada upaya pencegahan penyakit gagal ginjal yang dinilai semakin mengkhawatirkan.
Dalam setiap pelaksanaan CKG, Dinkes Kotim memfokuskan skrining pada pemeriksaan tekanan darah dan gula darah. Kedua indikator tersebut dinilai menjadi faktor pemicu utama terjadinya gagal ginjal apabila tidak terkontrol dengan baik sejak dini.
Hingga saat ini, capaian program CKG di Kabupaten Kotawaringin Timur telah mencapai lebih dari 38 persen, angka tersebut sudah melampaui target nasional. Kendati demikian, Dinkes memastikan program ini tetap dilaksanakan secara masif dan berkelanjutan guna menjangkau lebih banyak masyarakat.
Dinkes Kotim mencatat, obesitas, hipertensi, serta diabetes melitus menjadi penyakit yang paling banyak diderita warga. Kondisi tersebut memiliki risiko tinggi menyebabkan komplikasi serius, salah satunya gagal ginjal, apabila tidak ditangani dengan tepat dan berkesinambungan.
Berdasarkan data RSUD dr Murjani Sampit, saat ini terdapat sekitar 62 pasien yang rutin menjalani terapi cuci darah. Jumlah tersebut berpotensi terus meningkat, sementara fasilitas dan layanan kesehatan yang tersedia masih memiliki keterbatasan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kotawaringin Timur, Nugroho Kuncoro Yudho, menyoroti adanya pergeseran pola penyakit di masyarakat. Menurutnya, hipertensi dan diabetes kini tidak hanya menyerang kelompok usia lanjut, tetapi juga mulai banyak ditemukan pada usia produktif bahkan remaja.
“Pola penyakit mengalami perubahan. Hipertensi dan diabetes tidak lagi identik dengan usia lanjut, sekarang sudah banyak ditemukan pada usia produktif bahkan remaja. Ini tentu menjadi perhatian serius,” ujar Nugroho.
Melalui program CKG, Dinkes Kotim mengajak masyarakat untuk melakukan deteksi dini terhadap kondisi kesehatannya, sekaligus menerapkan pola hidup sehat. Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal ginjal dan mencegah kondisi kesehatan masyarakat agar tidak semakin memburuk.
Dengan deteksi dini yang rutin serta perubahan gaya hidup ke arah yang lebih sehat, Dinkes berharap angka penyakit gagal ginjal di Kabupaten Kotawaringin Timur dapat ditekan sejak awal, sehingga kualitas hidup masyarakat dapat terus terjaga.
Penulis : Mahsut
Editor : Ririen Binti


