Palangka Raya, katakata.co.id – Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN) menabuh genderang perang dan mengecam keras bebalnya para bandar sabu-sabu di kawasan Puntun, Palangkaraya. Bukti rekaman video eksklusif per 28 Mei 2026 menjadi bukti tak terbantahkan bahwa transaksi barang haram masih merajalela di tengah permukiman warga.

Video berdurasi satu menit tersebut membongkar borok jaringan narkoba Puntun. Terekam jelas kaki tangan bandar, yang biasa disebut “kodok”, secara terang-terangan meraup uang haram dari ratusan pembeli, mengambil pasokan sabu dari tempat persembunyian, lalu mendistribusikannya secara bebas.
Ketua GDAN, Ririen Binti, menegaskan, kelakuan para kriminal ini adalah tamparan keras bagi penegakan hukum. GDAN tidak akan mundur selangkah pun. Tanggal 1 Juni 2026 harus menjadi momentum bagi kebenaran, karena bertepatan dengan peringatan hari lahir Pancasila, akan dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Posko Terpadu Antinarkoba di Kampung Puntun.
Aksi nyata ini rencananya akan dihadiri kekuatan penuh lintas sektoral. Mulai dari Gubernur Kalimantan Tengah, Wali Kota Palangka Raya, Kapolda Kalteng, Kepala BNNP, hingga seluruh jajaran Aparat Penegak Hukum (APH).
“Video ini adalah bukti otentik bahwa para bandar narkoba sengaja menantang hukum dan meremehkan wibawa negara! Ini penghinaan yang tidak bisa dibiarkan. Hari H tanggal 1 Juni nanti adalah titik balik pembersihan total, babat habis seluruh jaringan narkoba di Puntun!” cetus Ririen Binti
Senada dengan itu, Sekretaris GDAN, Ari Yunus Hendrawan, mendorong aparat penegak hukum untuk bergerak cepat memburu, menangkap, dan memenjarakan seluruh pelaku yang terekam dalam video viral tersebut. GDAN juga meminta pengawalan ketat selama proses pembangunan posko berlangsung.
“Intimidasi sekeras apa pun tidak akan pernah menyiutkan nyali GDAN! Kami tidak takut. Pembangunan posko antinarkoba tetap jalan sesuai jadwal, tidak ada penundaan!” potong Ari menyudahi spekulasi.
Demi menyapu bersih Puntun dari cengkeraman narkoba, GDAN memanggil seluruh elemen masyarakat, tokoh adat, dan insan pers untuk hadir guna mengawal langsung peletakan batu pertama posko terpadu tersebut.
Penulis/Editor: Tim Redaksi


