SAMPIT, katakata.co.id– Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus memperketat langkah pencegahan korupsi meski telah meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 11 tahun berturut-turut. Upaya ini dilakukan untuk menjaga integritas, transparansi, dan akuntabilitas di seluruh lingkungan pemerintahan.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemkab Kotim menggelar Sosialisasi Mitigasi dan Tata Kelola Antikorupsi yang diikuti ratusan peserta dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), desa, dan kelurahan. Kegiatan ini menghadirkan Wakil Direktur Pencegahan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Kombes Pol Mulya Hakim Solichin, sebagai narasumber utama.
Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor, menyampaikan bahwa prestasi meraih WTP selama 11 tahun bukan berarti daerah sepenuhnya bebas dari risiko korupsi. Menurutnya, potensi penyimpangan tetap ada karena tidak semua proyek pemerintah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“WTP bukan jaminan daerah bebas korupsi. Potensi penyimpangan tetap ada, karena itu seluruh ASN harus mampu mengidentifikasi risiko yang rawan menimbulkan korupsi dan menerapkan mitigasi yang sistematis di unit kerja masing-masing,” tegas Halikinnor.
Dalam kegiatan tersebut, peserta dibekali pengetahuan tentang gratifikasi, sanksi pidana, serta langkah-langkah pencegahan korupsi. Diharapkan, materi ini dapat meningkatkan kompetensi ASN dalam menolak praktik koruptif sekaligus menjaga integritas ketika menjalankan tugas.
Dengan komitmen kuat dan sinergi semua pihak, Pemkab Kotim berharap budaya antikorupsi dapat terbentuk di seluruh lapisan pemerintahan, sehingga pelayanan publik menjadi lebih bersih, transparan, dan terpercaya.
Penulis : Mahsut
Editor : Ririen Binti


