SAMPIT,katakata.co.id– Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menegaskan bahwa insiden temuan makanan tidak layak konsumsi di Sekolah Rakyat menjadi pembelajaran penting bagi semua pihak. Hal ini disampaikan dalam rapat evaluasi yang digelar untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Rapat evaluasi tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Irawati, bersama jajaran Dinas Sosial, pihak sekolah, guru, wali asuh dan wali asrama, serta vendor penyedia menu makanan bagi siswa Sekolah Rakyat.
Dalam rapat itu, berbagai hal dibahas secara terbuka, termasuk menyoroti insiden makanan siswa yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu. Diketahui, pihak sekolah sebelumnya menemukan menu makanan yang dinilai tidak layak konsumsi karena belum benar-benar matang.
Pihak vendor mengakui kelalaian tersebut dan langsung mengganti menu makanan baru sebagai bentuk tanggung jawab.
Wakil Bupati, Irawati menegaskan, kejadian itu harus dijadikan pembelajaran bagi semua pihak yang terlibat, agar pengelolaan makanan bagi siswa lebih baik dan terjamin mutunya ke depan.
“Kita jadikan kejadian ini sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran bersama. Tujuan kita adalah menjadikan Sekolah Rakyat Kotawaringin Timur semakin baik, bahkan terbaik di Kalimantan Tengah,” ujar Irawati.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap Sekolah Rakyat, agar program ini benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi anak-anak penerima manfaat.
“Sekolah Rakyat didirikan untuk memberikan pendidikan dan pembinaan yang layak bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Karena itu, semua pihak harus ikut menjaga kualitasnya,” tegas Irawati.
Dengan langkah evaluasi dan perbaikan berkelanjutan ini, Pemerintah Daerah berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi contoh lembaga pendidikan sosial yang unggul dalam pembinaan dan kesejahteraan anak di Kotawaringin Timur.
Penulis : Mahsut
Editor : Ririen Binti


