PALANGKARAYA, katakata.co.id
Kepada Yth.
Seluruh Masyarakat Kalimantan Tengah
Tragedi berdarah di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, pada Kamis, 2 Juli 2026, telah mengoyak hati kita semua. Gugurnya tiga anggota Polri terbaik, yang juga merupakan pahlawan kemanusiaan, saat menyergap terduga bandar narkoba adalah duka nasional, sekaligus tamparan keras bagi tanah leluhur kita.
Sebagai Ketua Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN), saya menundukkan kepala sedalam-dalamnya. Kami menyampaikan rasa hormat dan belasungkawa yang tiada tara kepada para pahlawan kemanusiaan yang gugur dalam tugas suci ini.
Namun, kepada para bandar, pengedar, dan para pelindung barang haram narkoba, dengarkan ini baik-baik: Kalian tidak membuat kami takut. Kalian justru membangunkan macan tidur!
Duka mendalam ini tidak akan melemahkan kami. Sebaliknya, tetesan darah para aparat penegak hukum di Tumbang Kalemei menjadi bahan bakar yang membakar semangat perlawanan kami bersama seluruh elemen masyarakat Dayak dan aparat penegak hukum di Kalimantan Tengah.
Kami tidak akan membiarkan Polri berjuang sendirian. Tanah Dayak adalah tanah penuh berkat, bukan surga bagi para perusak generasi bangsa. Mulai hari ini, GDAN bersama masyarakat Kalimantan Tengah akan menjadi mata, telinga, dan perisai bagi aparat kepolisian untuk mengejar, mengendus, dan membongkar jaringan narkoba hingga ke akar paling bawah.
Bagi kami, ini adalah perang terbuka melawan para pengkhianat negara. Tidak ada tempat bersembunyi bagi para perusak masa depan anak cucu kami di Bumi Tambun Bungai.
Kepada seluruh masyarakat Kalimantan Tengah, mari rapatkan barisan. Berikan informasi, perketat penjagaan lingkungan, dan kuatkan benteng adat kita. Mari kita kawal perjuangan Polri dan masyarakat Kalimantan Tengah untuk memberantas peredaran narkoba demi Kalteng yang bersih, aman, dan bermartabat.
Maju terus Polri. GDAN dan rakyat Kalimantan Tengah bersamamu!
Salam Perjuangan,
Ririen Binti
Ketua Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN)


