SAMPIT, katakata.co.id– Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) resmi menjadi salah satu daerah lokus implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP) tahun 2026 yang didukung dana hibah Global Fund. Penetapan ini menjadi momentum penting dalam penguatan layanan kesehatan dasar hingga ke tingkat desa dan kunjungan rumah.
Ketua Panitia pada kegiatan sosialisasi penguatan Integrasi Layanan Primer (ILP) tahun 2026, Hairida Anggun Kusuma, menjelaskan, Dinas Kesehatan Kotim telah menerbitkan Surat Keputusan Nomor 84 tentang penunjukan lokus percontohan ILP, yakni Puskesmas Ketapang 2, yang didukung Pustu dan Posyandu di wilayah kerjanya.
“Penetapan ini menjadi langkah awal untuk memastikan implementasi ILP berjalan terarah. Karena itu, diperlukan dukungan lintas program dan lintas sektor, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Ketapang 2,” ujar Hairida.
Ia menegaskan, keberhasilan ILP tidak bisa hnaya bertumpu pada sektor kesehatan semata. Sinergi antara pemerintah daerah, kecamatan, kelurahan hingga unsur masyarakat menjadi kunci dalam pelaksanaan program yang mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor 19 Tahun 2024 tersebut.
Melalui kegiatan sosialisasi penguatan ILP yang digelar, berbagai unsur lintas sektor dan lintas program di dilibatkan dalam diskusi dan advokasi untuk menyamakan persepsi serta menyusun langkah pelaksanaan di lapangan.
“Kegiatan ini bertujuan membangun komitmen bersama antar lintas sektor dan lintas program, sekaligus menperkuat jejaring eksternal di wilayah lokus Global Fund tahun 2026,” jelasnya.
Tidak hanya itu, forum tersebut juga menghasilkan kesepakatan komitmen pelaksanaan ILP mulai dari tingkat Puskesmas, Pustu, Posyandu hingga kegiatan kunjungan rumah sebagai bagian dari rencana scale up ILP di Kotim.
Sebanyak 70 peserta dari berbagai instansi terlibat dalam kegiatan ini. Mereka mengikuti sesi pemaparan dari dua narasumber, masing-masing selama satu jam, yang berasal dari perwakilan Tim Kerja ILP Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan.
Hairida berharap, melalui penguatan koordinasi dan komitmen bersama, implementasi ILP di Kotim pada 2026 dapat berjalan optimal sesuai target yang telah ditetapkan.
“Output yang kita harapkan bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi adanya kesepakatan nyata, penguatan jejaring, serta kesiapan pelaksanaan dan monitoring evaluasi ILP secara berkelanjutan,” tegasnya.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ika


