SAMPIT, katakata.co.id – Pemerataan akses listrik di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan. Hingga saat ini, tercatat masih ada 25 desa yang belum menikmati aliran listrik. Meski begitu, PLN menargetkan sebanyak 12 desa di antaranya akan segera teraliri listrik pada Maret 2026 mendatang.
Komisi I DPRD Kotim menggelar rapat koordinasi bersama PLN dan pemerintah daerah untuk membahas berbagai kendala terkait pelayanan dan pengembangan jaringan listrik di wilayah tersebut. Dalam rapat itu terungkap bahwa faktor perizinan, baik di area perusahaan besar swasta (PBS) maupun di wilayah yang infrastruktur pendukungnya belum memadai, menjadi salah satu hambatan utama.
Pada November 2025 ini, PLN telah memulai program perluasan jaringan listrik di 12 desa yang berada di Kecamatan Cempaga Hulu dan Bukit Santuai. Pekerjaan tersebut ditargetkan rampung pada Maret 2026 sehingga masyarakat di desa-desa terpencil dapat segera menikmati layanan listrik.
Manager UP2K Kalimantan Tengah, Sugianto, menjelaskan bahwa PLN menyiapkan jaringan tegangan menengah sepanjang lebih dari 156 kilometer dan jaringan tegangan rendah sekitar 57 kilometer. Infrastruktur ini diproyeksikan mampu melayani lebih dari 1.600 calon pelanggan baru.
Hadirnya listrik di desa-desa terpencil diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus mengakhiri ketidakmerataan akses listrik di Kotawaringin Timur. Dengan perluasan jaringan yang terus dilakukan, pemerintah daerah dan PLN optimistis seluruh desa di Kotim dapat segera memperoleh akses listrik secara merata.
Penulis : Mahsut
Editor : Ririen Binti


