SAMPIT, katakata.co.id – Di tengah tekanan keuangan daerah dan kebijakan efisiensi anggaran yang masih berlangsung, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) memastikan, pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) jadi prioritas utama dalam menentukan program pembangunan.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kotim, Umar Kaderi mengatakan, menurunnya pendapatan daerah dan transfer dana dari pemerintah pusat, menjadi tantangan bagi Pemkab Kotim dalam menjalankan pembangunan.
“Kita hari ini melihat kondisi keuangan daerah yang beberapa tahun belakangan ini selalu ada efisiensi, dengan menurunnya pendapatan daerah, menurunnya transfer keuangan daerah dari pusat ke daerah,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).
Diakui Umar Kaderi, kondisi tersebut membuat Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) harus berulang kali melakukan penyesuaian terhadap rencana anggaran, termasuk untuk penyusunan program tahun 2027.
“kita harus berpikir ulang, bagaimana pengeluaran-pengeluaran kita harus disesuaikan dengan pendapatan yang ada saat ini,” lanjutnya.
Diakuinya, jika hasil pembahasan yang dilakukan tidak selalu sesuai dengan harapan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Namun langkah itu dinilai perlu, agar keuangan daerah tetap sehat dan program prioritas dapat berjalan.
Hal itu untuk memastikan, agar anggaran daerah terlebih dahulu digunakan untuk memenuhi target-target SPM, yang menjadi indikator kinerja pemerintah daerah.
Program-program yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat seperti penanggulangan kemiskinan, penanganan stunting, hingga pengurangan angka pengangguran menjadi fokus utama dalam penyusunan anggaran.
“Pesan bupati, yang pertama adalah alokasi anggaran untuk Standar Pelayanan Minimal OPD. Karena SPM ini berkaitan dengan penilaian kinerja pemerintah daerah,” jelasnya.
Namun di sisi lain, Pemkab Kotim juga harus mengakomodir visi dan misi Bupati serta Wakil Bupati Kotim, agar arah pembangunan daerah tetap berjalan sesuai rencana.
Keterbatasan anggaran saat ini, menuntut pemerintah lebih selektif dalam menentukan program yang benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.
“Kita juga harus mengakomodir visi dan misi bupati dan wakil bupati Kotim. Tujuannya adalah agar capaian SPM bisa benar-benar kita lakukan,” tegasnya.
Penulis : Ardi
Editor : Ika


