SAMPIT,katakata.co.id – Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui pelatihan kerja berbasis kompetensi. Kali ini, sebanyak 80 pencari kerja dibekali keterampilan praktis di Balai Latihan Kerja (BLK) setempat.
Program Pelatihan Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja yang digelar UPTD BLK Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kotim tersebut mencakup lima kejuruan, yakni bakery, menjahit, instalasi listrik, teknik las, dan teknisi handphone.
Kegiatan ini dibuka oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kotim, Rody Kamislam, mewakili Bupati Kotim Halikinnor. Ia menilai pelatihan tersebut menjadi langkah konkret dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing di dunia kerja.
“Pelatihan ini diharapkan memberi dampak nyata bagi peningkatan kualitas SDM, khususnya di Kotim,” ujar Rody saat membuka kegiatan di UPTD BLK Disnakertrans Kotim, Jalan HM Arsyad, Selasa (21/4/2026).
Menurutnya, kejuruan yang diberikan tidak hanya relevan dengan kebutuhan industri, tetapi juga membuka peluang usaha mandiri bagi peserta. Dengan keterampilan yang dimiliki, para lulusan diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru.
“Ini bukan hanya untuk bekerja di perusahaan, tapi juga bisa jadi bekal membuka usaha sendiri,” katanya.
Rody juga menekankan bahwa program pelatihan ini memberikan prioritas kepada kelompok rentan, seperti masyarakat kurang mampu, putus sekolah, korban PHK, hingga single parent, agar memiliki kesempatan yang sama dalam meningkatkan keterampilan.
Ke depan, Pemkab Kotim menargetkan BLK tidak hanya sebagai tempat pelatihan, tetapi juga menjadi pusat pengembangan kewirausahaan berbasis potensi lokal. Sektor seperti pertanian, perkebunan, pariwisata, hingga industri kreatif dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan.
“BLK kita dorong menjadi tempat lahirnya wirausaha baru yang inovatif dan berbasis teknologi,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Disnakertrans Kotim, Fahruzzain, menjelaskan bahwa pelatihan ini berlangsung selama 15 hari kerja, mulai 22 April hingga 13 Mei 2026, dengan sumber pendanaan dari APBD Kotim tahun anggaran 2026.
Ia menyebutkan, program ini bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga kerja, menyiapkan tenaga siap pakai, serta menekan angka pengangguran di daerah.
“Total ada 80 peserta dari berbagai wilayah di Kotim yang mengikuti lima kejuruan pelatihan,” jelasnya.
Kepala UPTD BLK Disnakertrans Kotim, Idris Sugiono, berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal dan menyerap ilmu dari para instruktur.
“Harapannya, setelah selesai pelatihan, peserta bisa langsung bekerja atau membuka usaha sendiri,” ujarnya.
Melalui program ini, BLK Kotim diharapkan terus berperan sebagai motor penggerak peningkatan kualitas tenaga kerja, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui SDM yang terampil, mandiri, dan berdaya saing.
Penulis : Ardi
EDitor : Ika


