SAMPIT,katakata.co.id – Pengelola Museum Kayu Sampit berencana melakukan penataan ulang koleksi dan tata ruang museum. Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan daya tarik museum sebagai destinasi wisata edukasi sejarah di Kabupaten Kotawaringin Timur.
Museum yang berlokasi di Jalan S. Parman, Sampit, ini saat ini memiliki sekitar 400 koleksi. Koleksi tersebut mencakup berbagai jenis kayu hasil hutan khas Kotawaringin Timur, serta alat pengolahan kayu yang digunakan pada masa kejayaan industri perkayuan di daerah ini.
Selain itu, museum ini juga menyimpan lokomotif kecil yang dahulu digunakan untuk mengangkut kayu hasil hutan. Tak hanya itu, pengunjung dapat melihat berbagai benda bersejarah peninggalan masyarakat setempat, seperti alat memasak tradisional, perahu kayu yang dulu menjadi sarana transportasi utama, hingga prototipe mobil milik Bupati pertama Kotawaringin Timur, Tjilik Riwut.
Koleksi unik lainnya adalah tulang besar ikan paus yang pernah terdampar di Pantai Ujung Pandaran, dan kini menjadi salah satu daya tarik utama bagi pengunjung museum.
Kepala UPTD Museum Kayu Sampit, Dwi Astuti Wardhani, menjelaskan bahwa meskipun saat ini pengelola belum dapat menambah koleksi baru karena keterbatasan anggaran, pihaknya tetap berupaya melakukan pembenahan agar museum semakin diminati masyarakat.
“Kami akan melakukan penataan ulang koleksi dan tata ruang museum, sekaligus memanfaatkan teknologi agar Museum Kayu dapat diakses secara digital tanpa harus datang langsung,” ujar Dwi Astuti Wardhani.
Upaya peningkatan dan digitalisasi Museum Kayu ini merupakan bagian dari langkah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kotawaringin Timur dalam melestarikan sejarah dan budaya lokal melalui pendekatan yang lebih modern dan edukatif.
Dengan pembenahan ini, Museum Kayu Sampit diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga pusat edukasi dan kebanggaan masyarakat Kotawaringin Timur.
Penulis : Mahsut
Editor : Ririen Binti


