PALANGKA RAYA, katakata.co.id — Aksi Rudiansyah, siswa kelas X HARATI 2 SMAN 10 Palangka Raya, yang ikut membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menggunakan kostum Superman, mendapat perhatian luas hingga viral di media sosial.

Kepala SMAN 10 Palangka Raya, Rolly Adinovi, mengatakan Rudiansyah merupakan siswa yang dikenal rajin dan memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan. Ia diketahui ikut membantu pemadaman karhutla setelah pulang sekolah maupun pada hari libur.
“Sehari-harinya dia rajin. Dia ikut kegiatan pemadaman api setelah pulang sekolah dan saat Sabtu-Minggu karena tidak ada kegiatan sekolah,” ujar Rolly saat ditemui langsung di SMAN 10 Palangka Raya, Sabtu (22/8/2026).
Menurut Rolly, Rudiansyah tidak pernah menyangka aksi tersebut akan menjadi viral. Perhatian terhadap dirinya semakin besar setelah Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, atas arahan Presiden Prabowo Subianto, menemui langsung Rudiansyah saat meninjau penanganan karhutla di wilayah Petuk Katimpun.
Rolly menilai perhatian tersebut menjadi momentum positif bagi masa depan Rudiansyah. Ia berharap pengalaman itu dapat memotivasi siswanya untuk semakin rajin belajar dan meraih kesuksesan.
“Dengan kejadian ini, dia sudah tahu arah masa depannya. Ketika nanti sukses, mungkin dia bisa membawa nama Petuk Katimpun supaya lebih diperhatikan lagi oleh pemerintah,” katanya.
Ia juga berharap perhatian terhadap Rudiansyah turut memberikan dampak positif bagi SMAN 10 Palangka Raya yang berada di kawasan pinggiran kota.
“Dengan adanya ini, sekolah kami juga lebih diperhatikan lagi,” ujarnya.
Namun, Rolly mengingatkan agar viralnya Rudiansyah tidak membuatnya berubah menjadi pribadi yang sombong. Ia berharap Rudiansyah tetap menjalani aktivitas sekolah seperti biasa, semakin rajin belajar, serta mampu bersosialisasi dengan warga sekolah dan masyarakat.
“Harapan kami dia semakin rajin sekolah dan tetap beraktivitas seperti biasa. Jangan sampai sombong dengan viralnya kejadian ini,” tegasnya.
Di balik aksi kepeduliannya, Rudiansyah diketahui berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai nelayan, sedangkan ibunya merupakan ibu rumah tangga. Meski demikian, kondisi tersebut tidak mengurangi semangatnya untuk bersekolah maupun membantu masyarakat.
Rolly mengungkapkan, kepedulian Rudiansyah terhadap karhutla juga tidak terlepas dari pengalaman masa kecilnya. Pada 2015, saat masih berusia sekitar lima tahun, Rudiansyah pernah menyaksikan kebakaran. Pengalaman tersebut membekas hingga ketika berusia 17 tahun, ia merasa sudah mampu membantu saat melihat kebakaran kembali terjadi.
“Dia merasa prihatin. Sekarang dia sudah berumur 17 tahun dan merasa sudah bisa membantu. Dia tidak ingin kejadian seperti 2015 terulang lagi,” jelas Rolly.
Meski mendapat apresiasi luas, Rolly mengingatkan Rudiansyah untuk tetap mengutamakan keselamatan diri ketika membantu pemadaman karhutla. Paparan asap dan api dapat membahayakan kesehatan, terlebih Rudiansyah masih berstatus sebagai pelajar.
“Kami berpesan supaya lebih memperhatikan pengamanan diri, menggunakan masker, dan menjaga kesehatan. Harapan kami dia selalu sehat dan nanti menjadi orang yang sukses,” katanya.
Rolly menegaskan, pendidikan tetap harus menjadi prioritas Rudiansyah. Viral di media sosial maupun mendapat perhatian dari pejabat negara tidak boleh membuatnya melupakan kewajibannya sebagai pelajar.
“Intinya jangan malas. Tetap sekolah seperti biasa, bahkan harus tambah rajin,” pungkasnya.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi


