KUALA KAPUAS,katakata.co.id– Antrean berbagai jenis kendaraan, khususnya truk bermuatan, di sekitar Pos Polisi jalan Trans Kalimantan, tepatnya di samping Markas Kepolisian Resor (Polres) Kapuas, tengah menjadi sorotan tajam sebagian warga Kota Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas. Aktivitas tersebut memicu dugaan kuat adanya praktik pungutan liar (pungli).
Berdasarkan bukti rekaman video yang diterima redaksi beberapa waktu yang lalu, tampak sejumlah truk bermuatan sengaja menepi di sekitar pos tersebut. Tak lama berselang, para sopir turun dari kabin lalu berjalan memasuki Pos Polisi dan diduga kuat menyerahkan sejumlah uang kepada oknum di dalam pos.
Menurut keterangan seorang warga Kuala Kapuas yang meminta identitasnya dirahasiakan, antrean kendaraan tersebut hampir terjadi setiap hari dan sangat meresahkan.
“Antrean berbagai jenis kendaraan itu diduga kuat untuk menyetorkan sejumlah uang atau pungli kepada oknum petugas,” ungkap narasumber tersebut, Selasa (28/7/2026).
Ia menambahkan, truk yang berhenti di sekitar pos tersebut kerap mengganggu arus lalu lintas, karena truk kebanyakan menghentikan kendaraannya di atas badan jalan, apalagi jika truk berhenti bersamaan akan membuat jalur lalu lintas macet. Kondisi ini tidak hanya mengganggu arus lalu lintas, namun membuat pemandangan yang tidak nyaman bagi masyarakat setempat.
“Apakah ada rencana evaluasi terkait penataan aktivitas di pos polisi tersebut agar berfungsi sesuai fungsinya yaitu memperlancar arus lalu lintas dan tidak mengganggu pengguna jalan” tanya sang narasumber ?
Merespons keresahan ini, warga mendesak pihak berwenang, khususnya Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam), untuk segera turun tangan melakukan investigasi mendalam terkait dugaan pungutan liar tersebut.
Sementara itu, guna menjaga keberimbangan berita, Rabu ( 29/7 ) wartawan telah melayangkan konfirmasi kepada Kapolres Kapuas, AKBP Rina Perwitasari, mengucapkan terima kasih atas informasinya, pihaknya akan menindaklanjutinya.
“Terimakasih informasinya, akan kami tindaklanjuti, ” Singkatnya saat dihubungi melalui pesan whatssapp.
Penulis/Editor: Redaksi


