PALANGKA RAYA, katakata.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya menjalin kerja sama pengelolaan sampah perkotaan terpadu dengan National Institute of Green Technology (NIGT) Korea Selatan. Kerja sama tersebut diawali melalui pertemuan pembahasan penyamaan persepsi dan pendalaman substansi kerja sama di Ballroom Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya, Kamis (22/1/2026).
Pertemuan ini difokuskan pada penyampaian arah kebijakan studi kelayakan Integrated Municipal Solid Waste Management (IMSWM). Studi tersebut bertujuan memetakan peluang kerja sama teknis antara Pemerintah Korea Selatan dan Pemerintah Kota Palangka Raya dalam upaya penanganan limbah perkotaan secara berkelanjutan dan terintegrasi.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menyampaikan bahwa meskipun persentase sampah yang belum terkelola di Palangka Raya saat ini hanya sekitar 1,9 persen, kondisi geografis wilayah menjadi tantangan tersendiri dalam pelayanan pengelolaan sampah.
“Kota Palangka Raya merupakan salah satu kota terluas di Indonesia. Walaupun kepadatan penduduk tidak merata, pemerintah tetap wajib memberikan pelayanan hingga ke seluruh wilayah. Hal ini tentu membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai serta dukungan teknologi yang tepat,” tuturnya.
Ia menjelaskan, keberhasilan pengelolaan sampah terpadu tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis, tetapi juga oleh komitmen kepala daerah serta sinergi antarperangkat daerah, sehingga pentingnya penguatan regulasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi keberlanjutan program.
“Komitmen pemerintah daerah menjadi kunci. Selain teknologi, kita juga harus menyiapkan regulasi yang kuat dan SDM yang mumpuni agar program ini dapat berjalan berkelanjutan,” ujarnya.
Fairid menambahkan, Pemko Palangka Raya berkomitmen menyiapkan payung hukum melalui produk hukum daerah guna menjamin keberlangsungan program pengelolaan sampah perkotaan terpadu. Seluruh perangkat daerah diminta terlibat aktif dalam tata kelola sampah dan menjadikan pengelolaan lingkungan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pengelolaan lingkungan bukan semata urusan teknis, tetapi juga berkaitan langsung dengan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas keterlibatan NIGT Korea Selatan dalam mendukung pengelolaan lingkungan di wilayah Kota Palangka Raya.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran NIGT. Setiap upaya yang bertujuan menjaga lingkungan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Palangka Raya akan kami dukung sepenuhnya,” ucapnya.
Fairid berharap pertemuan ini menjadi langkah awal bagi kolaborasi jangka panjang yang mampu memberikan solusi konkret terhadap persoalan lingkungan dan sosial, khususnya di sektor pengelolaan sampah perkotaan.
Sebagai bentuk keseriusan kedua belah pihak, kegiatan tersebut ditutup dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Pemerintah Kota Palangka Raya dan National Institute of Green Technology (NIGT) Korea Selatan untuk mengimplementasikan program Pengelolaan Sampah Perkotaan Terpadu.
Penulis : Nopri
Editor : Zainal


