PALANGKA RAYA, katakata.co.id – Anggota Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Bennie Brian Tonni Embang, meminta pemerintah kota lebih serius memperkuat pembinaan etika bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
“Kegiatan orientasi nilai dan etika yang digelar Pemko Palangka Raya patut diapresiasi, namun program seperti ini jangan berhenti di satu momentum saja,” ujarnya, Senin (3/11/2025).
Ia menilai, orientasi etika dan nilai dasar ASN menjadi langkah penting untuk menanamkan pemahaman tentang tanggung jawab serta profesionalisme dalam melayani masyarakat.
“ASN dan PPPK harus memahami bahwa mereka bukan sekadar pelaksana administrasi, tetapi juga representasi pemerintah di mata publik,” imbuhnya.
Bennie menegaskan bahwa pembinaan etika birokrasi harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya sebatas formalitas, karena setiap aparatur wajib memperoleh bimbingan serta evaluasi berkala agar kualitas pelayanan publik terus meningkat.
“Pembinaan seperti ini tidak boleh berhenti di ruang kelas. Harus ada tindak lanjut berupa mentoring dan pelatihan rutin agar hasilnya terasa nyata,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan dukungan DPRD terhadap langkah Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Palangka Raya dalam memperkuat nilai-nilai BerAKHLAK sebagai pedoman ASN di seluruh Indonesia.
“Program penguatan nilai BerAKHLAK merupakan pondasi karakter ASN yang berintegritas. Ini perlu terus ditekankan di setiap jenjang karier,” tegasnya.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menanamkan nilai antikorupsi sejak awal masa kerja bagi PPPK agar terhindar dari penyalahgunaan wewenang.
“Integritas dan kejujuran adalah harga mati. ASN dan PPPK harus menjadi contoh nyata dalam menjunjung tanggung jawab dan etika publik,” tutupnya.
Penulis : Nopri
Editor : Zainal


