SAMPIT,katakata.co.id – Pemerintah terus memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi berbagai ancaman bencana melalui Program Kecamatan Tangguh Bencana (KENCANA). Program nasional ini diharapkan menjadi ujung tombak penanggulangan bencana di tingkat kecamatan, mulai dari tahap pencegahan hingga tanggap darurat.
Guna mengoptimalkan peran kecamatan dalam penanganan bencana, KENCANA dirancang untuk membekali aparatur kecamatan dengan kemampuan dan pemahaman yang komprehensif. Program ini mencakup upaya pencegahan, peningkatan kesiapsiagaan, serta penguatan respons saat terjadi bencana.
Di Kabupaten Kotawaringin Timur, sebanyak 17 kecamatan diharapkan aktif terlibat dalam upaya mitigasi dan penanganan bencana. Melalui KENCANA, kecamatan menjadi perpanjangan tangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di level wilayah, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Kepala BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur, Multazam, menjelaskan bahwa setiap wilayah memiliki karakteristik ancaman bencana yang berbeda. Wilayah selatan cenderung rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), wilayah utara rawan banjir, sementara wilayah tengah memiliki potensi banjir dan karhutla secara bersamaan.
“Melalui Program KENCANA, kecamatan akan dibekali pengetahuan tambahan mengenai risiko bencana di wilayah masing-masing, sehingga mampu lebih waspada dan siaga sejak tahap persiapan,” ujar Multazam.
Selain peningkatan kapasitas sumber daya manusia, program ini juga memperkuat peran kecamatan dalam menghimpun data kebencanaan. Mulai dari pendataan kejadian bencana, perhitungan kerusakan dan kerugian, hingga keterlibatan langsung dalam proses tanggap darurat.
Sebagai langkah awal, BPBD Kotawaringin Timur juga akan mendistribusikan peta rawan bencana sesuai karakteristik masing-masing kecamatan. Upaya ini diharapkan dapat mendorong terwujudnya wilayah yang mandiri serta tangguh dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
Penulis : Mahsut
Editor : Ririen Binti


