SAMPIT, katakata.co.id – Di tengah pesatnya perkembangan zaman, Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Kotawaringin Timur terus berupaya mempertahankan kekayaan budaya lokal. Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui gelaran Pentas Seni dan Budaya Dayak yang menghadirkan lomba karungut serta lomba memasak masakan khas Dayak.
Acara yang digelar di halaman Sekretariat DAD Kotim itu diawali dengan Tari Manasai sebagai simbol kebersamaan masyarakat Dayak. Peserta lomba dan warga yang hadir larut dalam suasana meriah, menciptakan kebersamaan yang hangat di tengah kekayaan tradisi yang ditampilkan.
Dua lomba utama menjadi daya tarik utama acara, yakni lomba karungut yang diikuti 31 peserta dari kalangan pelajar, serta lomba memasak masakan khas Dayak yang diikuti 32 kelompok peserta umum. Menariknya, peserta berasal dari beragam suku yang hidup berdampingan di Kotim, menunjukkan bahwa pelestarian budaya Dayak merupakan tanggung jawab bersama.
Ketua Harian DAD Kotawaringin Timur, Gahara, menyampaikan bahwa pagelaran ini bertujuan merawat tradisi Dayak sebagai warisan leluhur yang harus dijaga dan dilestarikan. Tanpa upaya aktif seperti ini, budaya Dayak berisiko tergerus oleh arus modernisasi.
Antusiasme masyarakat juga sangat tinggi. Salah seorang peserta lomba karungut, M. Rafa, mengaku telah mempersiapkan penampilannya selama dua minggu. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat digelar lebih sering agar generasi muda semakin mengenal budaya Dayak.
Gelaran perdana ini rencananya akan dijadikan agenda rutin tahunan oleh DAD Kotim. Diharapkan, kesenian dan tradisi Dayak dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya sehingga tidak hilang ditelan zaman.
Penulis : Mahsut
Editor : Ririen Binti


