SAMPIT, katakata.co.id – Banjir di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus meluas. Di wilayah utara, enam desa di tiga kecamatan terendam banjir akibat curah hujan tinggi. Sementara itu, wilayah pesisir di bagian selatan mulai diserang banjir rob.
Curah hujan intensitas tinggi sejak awal Desember menyebabkan sejumlah wilayah di utara Kotim tergenang. Hingga akhir pekan kemarin, tercatat enam desa terdampak banjir, yaitu Desa Tanjung Jariangau dan Kuala Kuayan di Kecamatan Mentaya Hulu, kemudian Desa Rantau Suang di Kecamatan Telaga Antang. Di Kecamatan Tualan Hulu, banjir merendam Desa Luwuk Sampun, Merah, dan Tumbang Muja.
Ketinggian air di setiap desa bervariasi, mulai 15 sentimeter hingga hampir 150 sentimeter. Air sungai yang tidak mampu menampung tingginya debit air hujan menjadi penyebab utama banjir meluas di kawasan tersebut.
Ratusan kepala keluarga terdampak, sementara fasilitas umum seperti rumah ibadah, pasar, bahkan akses menuju sekolah ikut terendam air. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran karena aktivitas warga terganggu, terutama di daerah yang menjadi jalur utama transportasi.
Kepala BPBD Kotawaringin Timur, Multazam, membenarkan adanya lonjakan banjir di beberapa wilayah dan menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan serta langkah penanganan darurat.
Pada saat bersamaan, banjir rob mulai melanda beberapa desa pesisir di wilayah selatan Kotim. Berdasarkan peringatan BMKG, potensi banjir rob diperkirakan terjadi pada 6–13 Desember. Fenomena ini dipicu jarak terdekat Bulan ke Bumi yang bertepatan dengan fase Bulan Purnama, sehingga menyebabkan peningkatan signifikan pada ketinggian air laut.
BPBD mengimbau warga di daerah rawan banjir dan pesisir untuk tetap waspada serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah maupun BMKG.
Penulis : Mahsut
Editor : Ririen Binti


