Palangka Raya, katakata.co.id – Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Kalimantan Tengah memastikan puluhan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) yang sebelumnya sempat berhenti beroperasi akan kembali aktif dalam waktu dekat.
Koordinator Wilayah BGN Regional Kalteng, Elisa Agustino, mengatakan dari total 27 SPPG yang sempat tutup, sebagian di antaranya kini mulai kembali menjalankan pelayanan.
“Masih dalam tahap persiapan dan beberapa sudah ada yang beroperasional kembali,” kata Elisa saat dikonfirmasi, Senin (18/5/2026).
Meski demikian, Elisa belum merinci lokasi maupun jumlah SPPG yang sudah kembali beroperasi di wilayah Kalimantan Tengah.
Di sisi lain, BGN Regional Kalteng juga mencatat capaian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data rekapitulasi terbaru, jumlah penerima manfaat program tersebut kini mencapai 226.705 jiwa yang tersebar di 14 kabupaten dan kota.
Menurut Elisa, angka tersebut merupakan total penerima aktual yang telah sesuai dengan basis data sasaran di lapangan.
“Berdasarkan data rekapitulasi riil di lapangan, total keseluruhan warga yang seharusnya menerima dan saat ini sudah secara aktual menerima manfaat dari program Makan Bergizi Gratis di Kalteng berjumlah 226.705 penerima,” ujarnya.
Program tersebut saat ini ditopang oleh 102 unit SPPG dan didukung 2.576 kelompok pemangku kepentingan yang tersebar di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.
Dalam distribusinya, Kota Palangka Raya menjadi daerah dengan jumlah penerima manfaat MBG tertinggi di Kalteng. Total penerima di ibu kota provinsi itu mencapai 73.883 jiwa yang dilayani melalui 29 SPPG dan 658 kelompok pendukung program.
Elisa menyebut tingginya angka penerima di Palangka Raya dipengaruhi jumlah penduduk serta banyaknya institusi pendidikan yang menjadi sasaran program MBG.
Sementara itu, Kabupaten Kapuas berada di posisi kedua dengan 32.131 penerima manfaat melalui 13 SPPG. Disusul Kabupaten Kotawaringin Barat dengan total 22.026 penerima yang juga dilayani 13 SPPG.
Sebaliknya, Kabupaten Sukamara tercatat sebagai daerah dengan jumlah penerima paling sedikit, yakni hanya 967 jiwa. Penyaluran di wilayah tersebut dilakukan melalui satu unit SPPG dan sembilan kelompok koordinasi.
Selain Sukamara, jumlah penerima rendah juga tercatat di Kabupaten Murung Raya sebanyak 2.293 penerima dan Kabupaten Lamandau dengan 4.427 penerima manfaat.
Memasuki tahun 2026, BGN Regional Kalteng menegaskan fokus utama program MBG adalah menjaga stabilitas distribusi makanan bergizi gratis agar tetap tepat sasaran sesuai target penerima yang telah ditetapkan.
Selain itu, penguatan kerja sama dengan rantai pasok lokal juga terus dilakukan guna mendukung keberlanjutan program.
Saat ini, operasional MBG di Kalimantan Tengah turut disokong oleh 869 pemasok lokal yang terdiri dari 463 pelaku UMKM, 17 koperasi, serta berbagai mitra strategis lainnya. Dukungan tersebut dinilai penting untuk menjaga ketersediaan bahan baku sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi


