PALANGKA RAYA, katakata.co.id- Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, menyarankan Pemerintah Kota Palangka Raya melakukan kajian secara matang terkait rencana pengadaan mesin pengolah sampah, seperti insinerator. Menurutnya, langkah tersebut penting agar penggunaan anggaran daerah benar-benar efektif, terutama di tengah kebijakan efisiensi belanja.
Khemal mengatakan pengadaan mesin pengolah sampah berteknologi tinggi perlu mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari efektivitas penggunaannya, biaya operasional, hingga dampak terhadap lingkungan. Dengan demikian, investasi yang dilakukan dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
“Jangan sampai di tengah kondisi efisiensi anggaran, justru belanja yang nilainya besar tidak memberikan dampak maksimal. Harus ada perencanaan yang matang, mulai dari efektivitas, biaya operasional, hingga dampak lingkungannya,” kata Khemal, Senin (25/5/2026).
Ia menegaskan DPRD pada prinsipnya mendukung berbagai upaya pemerintah dalam meningkatkan sistem pengelolaan sampah di Kota Palangka Raya. Namun, setiap rencana pengadaan fasilitas baru harus tetap memperhatikan skala prioritas pembangunan serta kesiapan sumber daya manusia yang akan mengoperasikan teknologi tersebut.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, menyampaikan bahwa penggunaan mesin insinerator menjadi salah satu alternatif untuk membantu mengurangi volume sampah yang selama ini dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Teknologi tersebut dinilai dapat menjadi bagian dari solusi dalam pengelolaan sampah perkotaan apabila diterapkan secara tepat.
Khemal berharap seluruh proses perencanaan dan pengadaan dilakukan secara transparan, terukur, serta berdasarkan hasil kajian yang komprehensif. Dengan begitu, kebijakan yang diambil tidak hanya efektif dalam mengatasi persoalan sampah, tetapi juga tidak menimbulkan beban baru bagi keuangan daerah.
“Kalau memang nantinya dianggap efektif dan sesuai kebutuhan daerah tentu kami mendukung. Tetapi harus transparan dan terukur, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat dan tidak menjadi beban baru bagi keuangan daerah,” tutupnya.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi


