SAMPIT, katakata.co.id — Momentum peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) kembali menyoroti isu kesejahteraan tenaga pendidik, terutama guru honor. PGRI Kotawaringin Timur menegaskan perlunya perhatian serius dari pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan guru honor sekolah.
Upacara peringatan HGN ke-32 dan HUT ke-80 PGRI di Kabupaten Kotawaringin Timur digelar di Lapangan Stadion 29 November Sampit, dipimpin langsung oleh Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor. Ribuan guru dari berbagai jenjang pendidikan hadir mengikuti upacara tersebut. Selain menjadi ajang penghormatan kepada para pendidik, momen ini juga menjadi refleksi untuk terus meningkatkan profesionalitas dalam mencetak generasi berkualitas.
Di balik semangat peringatan, kondisi kesejahteraan guru masih menjadi persoalan utama. Banyak guru honor sekolah yang masih menerima penghasilan hanya ratusan ribu rupiah per bulan, dengan beban kerja yang tidak ringan. Gaji mereka bergantung pada dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan jumlah murid yang ada.
Ketua PGRI Kotawaringin Timur, Mahbub, menekankan bahwa guru honor memerlukan perhatian lebih dari pemerintah daerah maupun pusat.
“Kami berharap pemerintah dapat memberi perhatian lebih serius terhadap kesejahteraan guru honor,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Halikinnor menjelaskan bahwa sejumlah langkah telah dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan guru. Di antaranya mempertahankan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP), memberikan tunjangan khusus untuk guru di wilayah pelosok, hingga menghapus retribusi rumah dinas.
Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperjuangkan peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.
Peringatan HGN dan HUT PGRI tahun ini diharapkan dapat menjadi pemicu perubahan, agar kesejahteraan guru — khususnya para guru honor — semakin diutamakan demi peningkatan mutu pendidikan di Kotawaringin Timur.
Penulis : Mahsut
Editor : Ririen Binti


