SAMPIT, katakata.co.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyiagakan personel untuk mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi Pasar Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi kepadatan kendaraan, terutama menjelang waktu berbuka puasa.
Sejak sore hari, arus kendaraan di sekitar kawasan Taman Kota Sampit terpantau meningkat. Pengendara roda dua dan roda empat tampak memadati sekitar area lokasi untuk membeli takjil maupun menu berbuka.
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan (LLA) Dishub Kotim, Agus Budiono mengatakan, pada hari pertama pembukaan pasar Ramadan pihaknya mengerahkan delapan personel.
“Untuk pembukaan, kami turunkan delapan personel yang dibagi di dua titik, yaitu di persimpangan Jalan S Parman dan Jalan Yos Sudarso serta di persimpangan Jalan S Parman dan Jalan DI Panjaitan,” ujar Agus, Jumat (20/2/2026).
Jumlah tersebut disesuaikan, karena adanya seremoni pembukaan pada hari pertama pembukaan Pasar Ramadan. Sementara pada hari-hari berikutnya selama Ramadan, Dishub menugaskan empat personel setiap hari. Petugas mulai berjaga dan melakukan pengaturan lalu lintas sejak pukul 15.00 WIB.
“Untuk hari biasa, empat personel. Fokus kami memastikan arus tetap lancar dan tidak terjadi penumpukan kendaraan,” jelasnya.
Pengaturan lalu lintas di pasar tersebut dilakukan bekerja sama dengan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kotim, guna meminimalkan potensi kemacetan dan kesemrawutan.
“Memang ada permintaan agar lalu lintas di sekitar pasar Ramadan diatur, sehingga masyarakat bisa berbelanja dengan aman dan nyaman,” tambah Agus.
Pasar Ramadan Kotim tahun ini diikuti 130 pedagang, terdiri dari 70 pedagang kuliner tradisional di kawasan Taman Kota Sampit dan 60 pedagang kuliner modern di samping Museum Kayu Sampit.
Selain menjadi pusat aktivitas warga untuk berburu takjil dan menu sahur, Pasar Ramadan juga diharapkan dapat mendorong perputaran ekonomi serta meningkatkan pendapatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kotim selama bulan suci Ramadan.
Penulis : Wiyandri
EDitor : Ika


