SAMPIT, KATAKATA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) diminta tidak hanya fokus menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak kekeringan tetap terpenuhi.
Bupati Kotim, Halikinnor, secara khusus meminta distribusi air bersih ke wilayah yang mengalami kesulitan air terus dilakukan secara rutin, selama kondisi kekeringan berlangsung.
Halikinnor menyebut, dampak kekeringan mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah, khususnya kawasan selatan Kotim. Sebagian warga mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Karena itu, distribusi air bersih yang telah dilakukan dalam beberapa hari terakhir diminta tidak berhenti dan harus menyesuaikan kebutuhan masyarakat di wilayah rawan.
“Saya minta distribusi air bersih di wilayah rawan tetap berjalan rutin,” tegasnya, Sabtu (8/8/2026).
Di sisi lain, upaya penanganan karhutla juga diminta terus diperkuat. Halikinnor mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam mengendalikan titik api, terlebih setelah Pemkab Kotim menetapkan status tanggap darurat karhutla dan kekeringan mulai 30 Juli hingga 26 Agustus 2026.
Menurutnya, titik panas dan luasan lahan yang telah berhasil ditangani harus menjadi pemacu untuk meningkatkan koordinasi di lapangan.
“Hotspot yang terpantau dan luas karhutla yang berhasil ditangani harus menjadi motivasi dan pendorong agar koordinasi antar OPD, TNI, Polri, kecamatan dan kelurahan/desa terus diperkuat,” ungkapnya.
Selain memperkuat pemadaman, pemerintah juga diminta meningkatkan upaya pencegahan. Edukasi kepada masyarakat menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah pembakaran lahan yang dapat memicu kebakaran lebih luas.
“Edukasi kepada masyarakat diperbanyak, agar pencegahan lebih diutamakan daripada pemadaman,” pintanya.
Halikinnor menekankan, penanganan karhutla dan kekeringan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Sinergi pemerintah daerah, TNI, Polri, pemerintah kecamatan hingga desa serta masyarakat dinilai menjadi kunci agar dampak bencana dapat ditekan.
Selama masa tanggap darurat, koordinasi lintas sektor diharapkan semakin diperkuat sehingga penanganan karhutla berjalan optimal dan kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah terdampak tetap terjamin.
Editor: Juniardi


