KUALA KAPUAS, katakata.co.id – Kabupaten Kapuas kembali menunjukkan dominasinya sebagai daerah penopang utama penyediaan beras di Kalimantan Tengah. Daerah ini mencatat surplus produksi lebih dari separuh kebutuhan berasnya sendiri, sekaligus menjadi kontributor terbesar bagi kebutuhan pangan provinsi.
Dalam laporan yang disampaikan kepada Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran saat panen raya di Desa Warnasari, Kecamatan Tamban Catur, Senin (11/8/2025), Bupati Kapuas Muhammad Wiyatno menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan buah sinergi seluruh unsur pertanian.
“Pada tahun 2024, Kapuas berhasil menyumbang 51.765 ton beras atau sekitar 23 persen dari kebutuhan beras se Kalimantan Tengah,” jelas Wiyatno.
Ia menyebut keberhasilan ini sebagai bukti kuatnya kolaborasi antara petani, penyuluh, pemerintah daerah, serta dukungan dari pusat. Menurutnya, Kapuas kini berada pada posisi penting dalam mendukung swasembada pangan nasional.
“Kami berharap kerja sama yang ada bisa semakin dimantapkan agar Kapuas terus diakui sebagai daerah lumbung pangan, tidak hanya di tingkat provinsi, tetapi juga nasional,” ujarnya.
Panen raya di Desa Warnasari sendiri dilakukan di area seluas 339 hektare. Kecamatan Tamban Catur, sebagai sentra produksi, memiliki total luas tanam 4.954 hektare dengan estimasi produksi 15.460 ton gabah kering giling atau 10.049 ton beras. Varietas yang ditanam didominasi siam lokal dan padi unggul nasional.
Kapuas juga ditetapkan sebagai salah satu wilayah prioritas dalam program swasembada pangan. Berdasarkan data ATR/BPN, terdapat 45.012 hektare lahan baku sawah di daerah ini. Target tanam tahun 2025 mencapai 80.000 hektare, dengan realisasi hingga saat ini sebesar 62.377,4 hektare atau 78 persen.
Dua program strategis yang tengah dijalankan untuk memperkuat produksi pangan daerah adalah optimalisasi lahan seluas 2.990 hektare serta cetak sawah rakyat seluas 40.799 hektare. Keduanya diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan memperluas areal pertanian.
Bupati Wiyatno juga menyoroti progres tanam di Kecamatan Tamban Catur yang baru mencapai 68 persen dari target 7.200 hektare. Ia mengajak seluruh pihak terkait agar mempercepat capaian target dan menjaga stabilitas produksi pangan.
“Kita sudah melihat sendiri kemampuan Kapuas sebagai daerah penghasil pangan. Dengan semangat gotong royong, saya yakin hasil yang lebih besar bisa kita raih,” tutupnya.
Penulis : Sri
Editor : Ika


