SAMPIT, katakata.co.id – Memasuki awal Ramadan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kotawaringin Timur (Kotim) mulai mematangkan persiapan pengamanan arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah. Sejumlah posko terpadu akan didirikan untuk memantau pergerakan penumpang di jalur darat, laut, dan udara.
Kepala Dishub Kotim, Raihansyah, menyampaikan bahwa skema pengamanan mudik telah menjadi agenda rutin yang diprogramkan setiap tahun. Pihaknya kini memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran.
“Persiapan arus mudik sudah kami programkan. Kami berkoordinasi dengan OPD terkait dan juga instansi vertikal seperti PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), kepolisian, serta pihak bandara,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).
Seperti halnya pengamanan saat Natal dan Tahun Baru, posko terpadu akan ditempatkan di sejumlah titik strategis yang menjadi simpul transportasi dan pusat aktivitas masyarakat. Di antaranya Terminal Patih Rumbih, Pelabuhan Sampit, Bandara H Asan Sampit, hingga kawasan Islamic Center Sampit.
Raihansyah menjelaskan, berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya, lonjakan penumpang selalu terjadi pada momentum hari besar keagamaan. Saat periode Natal dan Tahun Baru, jumlah penumpang di Terminal Patih Rumbih tercatat meningkat sekitar 10 persen.
Sementara pada arus mudik Lebaran tahun lalu, data dari Pelindo dan terminal menunjukkan kenaikan yang jauh lebih signifikan, yakni berkisar antara 30 hingga 60 persen.
“Tahun ini kami perkirakan tren kenaikannya tidak jauh berbeda. Namun dengan sinergi dan persiapan yang sudah dilakukan, kami optimistis lonjakan tersebut masih dapat diantisipasi dengan baik,” tegasnya.
Dishub Kotim berharap kolaborasi lintas instansi yang terbangun mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang akan pulang kampung maupun kembali ke daerah asal usai merayakan Lebaran.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ika


