PALANGKA RAYA, katakata.co.id – Wakil Ketua II Komisi III DPRD Palangka Raya, Sri Ani Rintuh, mengajak generasi muda untuk terus melestarikan batik sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan bangsa.
“Hari Batik Nasional menjadi momen yang tepat untuk memperkenalkan batik khas Kalteng kepada masyarakat luas,” ujarnya, Jumat (3/10/2025).
Menurutnya, batik bukan sekadar kain bermotif yang dikenakan pada acara tertentu, tetapi juga mencerminkan filosofi, nilai, dan karakter suatu daerah.
“Setiap motif batik memiliki makna yang mendalam, sehingga memahami nilai di baliknya adalah bentuk penghargaan terhadap warisan budaya,” tuturnya.
Sri menegaskan bahwa upaya pelestarian batik tidak cukup hanya dengan mengenakannya pada hari-hari khusus, tetapi juga melalui pemahaman dan promosi berkelanjutan.
“Melestarikan batik berarti menjaga warisan nenek moyang agar tetap hidup dan relevan di masa kini,” ungkapnya.
Ia menilai, potensi industri batik lokal di Kalteng, khususnya di Kota Palangka Raya, masih sangat besar dan perlu mendapat dukungan lebih.
“Kalau kita lihat, potensi batik daerah luar biasa, tinggal bagaimana kita mendorong agar lebih dikenal secara nasional,” ucapnya.
Sri juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah dalam pembinaan, pelatihan, serta fasilitasi promosi bagi para pengrajin batik lokal.
“Bantuan dan pendampingan sangat dibutuhkan agar UMKM batik mampu bersaing dengan produk dari luar daerah,” jelasnya.
Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk menjadikan batik sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan sekadar simbol seremonial.
“Batik seharusnya menjadi kebanggaan yang kita kenakan di setiap kesempatan, baik formal maupun santai,” harapnya.
Ia juga menyoroti perlunya edukasi batik sejak dini di sekolah-sekolah melalui kegiatan membatik.
“Kalau anak-anak sejak kecil sudah dikenalkan, mereka akan tumbuh dengan rasa cinta dan bangga terhadap batik,” tutupnya. (pri/red)


