KUALA KAPUAS, katakata.co.id- Anggota DPRD Kabupaten Kapuas, Lisna Mariatun, meminta PT PLN (Persero) lebih terbuka terhadap penyebab dari pemadaman kembali listrik bergilir yang tidak diketahui secara pasti, hanya ada pemberitahuan dibagikan ke media sosial.
“Kami mendesak khususnya pihak PLN ULP Kuala Kapuas, agar bersikap lebih terbuka kepada publik. Jelaskan ke masyarakat secara terbuka penyebab pemadaman bergilir itu,” kata Lisna Mariatun, di Kuala Kapuas, Sabtu (25/7/2026).
Legislator dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, meminta agar pemadaman listrik bergilir harus dijelaskan secara komprehensif kepada masyarakat terkait penyebab, wilayah terdampak serta estimasi waktu normalisasi. DPRD dan masyarakat berhak mengetahuinya, sehingga tidak muncul berbagai spekulasi di tengah publik.
“Transparansi dan keterbukaan merupakan bentuk tanggung jawab kepada masyarakat, serta upaya untuk membangun kepercayaan publik terhadap pelayanan PLN,” katanya.
Menurutnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan listrik, tapi juga berhak memperoleh informasi yang jelas setiap kali terjadi pemadaman listrik. Untuk itu, seharusnya PLN tidak lagi membiarkan masyarakat berada dalam ketidakpastian.
“Listrik yang sering padam itu sangat menganggu aktivitas masyarakat, pelayanan publik, serta roda perekonomian yang sangat bergantung dengan pasokan listrik,” terangnya.
Di samping itu, lanjut dia, pihak dari PLN juga harus menyampaikan pemberitahuan lebih awal kepada masyarakat setiap kali akan dilakukan pemadaman listrik.
“Jangan sampai masyarakat dibuat bingung, karena listrik tiba-tiba padam tanpa ada penjelasan,” tegasnya.
Lisna menilai pemadaman listrik paling besar dirasakan pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) serta industri rumahan yang sangat bergantung pada pasokan listrik untuk menjalankan aktivitas produksi.
Selain itu, masyarakat juga berpotensi mengalami kerugian akibat risiko kerusakan peralatan elektronik yang dipicu listrik padam dan menyala secara berulang.
Wakil rakyat yang terpilih dari Dapil Kapuas I Kecamatan Selat ini, juga menyoroti munculnya berbagai spekulasi di tengah masyarakat terkait penyebab gangguan listrik tersebut. Karena itu, ia meminta PLN memberikan penjelasan resmi agar tidak berkembang informasi yang simpang siur.
“Kalau memang hanya kerusakan mesin, jelaskan. Tapi kalau ada persoalan lain, masyarakat juga berhak mengetahui agar tidak muncul berbagai dugaan,” demikian Lisna.
Penulis : Ardi
EDitor : Ika


