SAMPIT, KATAKATA.CO.ID – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, mengimbau seluruh Perusahaan Besar Swasta (PBS) yang beroperasi di wilayahnya untuk terlibat aktif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), terutama perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit.
Langkah ini dinilai penting, mengingat lonjakan suhu udara dan kondisi cuaca ekstrem selama musim kemarau telah meningkatkan potensi munculnya titik api di berbagai wilayah.
Keterlibatan aktif pihak swasta bersama masyarakat sekitar diyakini dapat mempercepat respons penanganan awal, sehingga setiap potensi kebakaran di sekitar area konsesi maupun pemukiman dapat dicegah sebelum menjalar luas.
“Saya mengimbau juga perusahaan besar swasta, terutama perkebunan kelapa sawit, agar jika terjadi kebakaran hutan atau lahan, mohon dibantu bersama masyarakat memadamkannya sebelum api itu membesar,” tegas Halikinnor di Sampit, (07/08/2026).
Halikinnor menekankan, deteksi dini serta pemadaman cepat jauh lebih efektif, dari pada harus berjuang memadamkan kobaran api yang sudah terlanjur meluas luas.
Apalagi, sebagian besar wilayah Kotim didominasi oleh lahan gambut, yang sangat rentan dan mudah terbakar saat mengering di musim kemarau.
“Karena ini jelas sudah panas sekali. Apabila terjadi karhutla, kita akan kesulitan memadamkannya. Lebih baik kita mencegah daripada nanti terjadi kebakaran yang besar dan berdampak pada aspek yang luas,” ujarnya.
Bupati menyebut, karakteristik lahan gambut membuat proses pemadaman menjadi lebih sukit. Bara api pada gambut kering tidak hanya membakar bagian permukaan, tetapi juga merambat ke lapisan dalam bawah tanah.
Jika kondisi kebakaran gambut dalam sudah terjadi, proses pemadaman akan menguras waktu, energi, personel, hingga pembiayaan logistik yang jauh lebih besar dibandingkan pencegahan sejak dini.
“Kalau sudah terjadi api itu besar, kita tahu daerah kita banyak lahan gambut yang jika terbakar sangat sulit pemadamannya,” ungkap Halikinnor.
Selain menyasar korporasi, Bupati Kotim juga mengimbau masyarakat, agar tetap waspada dan tidak sekali-kali melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.
Ia mengingatkan, dampak bencana karhutla dan kabut asap tidak hanya merusak ekosistem lingkungan, tetapi juga memicu gangguan pada sektor kesehatan, kelancaran transportasi, pendidikan, hingga pekonomian daerah.
Editor: Juniardi


