SAMPIT, KATAKATA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) mengajak masyarakat ikut menjadi bagian dalam pengawasan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Warga diminta segera melaporkan apabila menemukan aktivitas pembakaran lahan yang dilakukan secara sengaja.
Imbauan tersebut disampaikan Bupati Kotim, Halikinnor, menyusul masih maraknya karhutla, terutama di wilayah perkotaan Sampit. Saat ini, Satgas Penanggulangan Karhutla masih terus melakukan pemadaman di sejumlah titik.
Halikinnor mengatakan, kemunculan kembali titik api di lokasi yang sebelumnya telah dipadamkan perlu mendapat perhatian. Api memang dapat kembali muncul akibat bara yang terbawa angin, namun kemungkinan adanya pembakaran baru juga tidak boleh diabaikan.
“Makanya saya minta masyarakat, selain petugas aparat keamanan pihak kepolisian dan TNI yang melakukan pengawasan, masyarakat juga memonitor itu. Kalau menemukan yang sengaja membakar, tolong dilaporkan ke aparat penegak hukum,” tegas Halikinnor, Sabtu (22/8/2026).
Menurutnya, pengawasan dari masyarakat sangat diperlukan karena kemampuan petugas di lapangan memiliki keterbatasan. Penanganan karhutla juga menghadapi kendala berupa keterbatasan personel, peralatan hingga sumber air.
Karena itu, Halikinnor menekankan, bahwa upaya penanggulangan karhutla merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.
“Memadamkan api ini bukan tanggung jawab pemerintah saja, tapi tanggung jawab bersama. Dunia usaha dan juga masyarakat,” ujarnya.
Ia juga meminta warga tidak menunggu hingga api membesar sebelum mengambil tindakan. Jika menemukan kebakaran kecil di lingkungan sekitar, warga dapat membantu melakukan penanganan awal sepanjang situasi aman dan tidak membahayakan diri.
Untuk sementara, Pemkab Kotim memprioritaskan pemadaman di lokasi yang berdekatan dengan permukiman. Strategi tersebut dilakukan untuk mencegah api menjalar hingga mengancam rumah warga.
“Kita mengutamakan untuk pemadaman di dekat permukiman dulu. Kita menjaga rumah-rumah masyarakat agar tidak terdampak,” jelasnya.
Selain melaporkan dugaan pembakaran kepada aparat, masyarakat juga diminta memperkuat semangat gotong royong. Warga yang tidak memiliki peralatan pemadaman tetap dapat membantu dengan tenaga, namun harus mengikuti arahan petugas di lapangan.
“Kalau tidak punya peralatan, minimal membantu dengan tenaga. Biar alat pemerintah, tapi tenaga paling tidak membantu,” ungkap Halikinnor.
Editor : Juniardi


