PALANGKA RAYA, katakata.co.id — Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Ardian Pangestu, menyampaikan bahwa perekonomian Kalimantan Tengah sepanjang 2025 tetap solid di tengah ketidakpastian global.
Hal itu ia sampaikan pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025, yang digelar di Aula Betang Hapakat, Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Jumat malam (28/11/2025).
Ardian membuka paparannya dengan mengapresiasi kehadiran pimpinan instansi vertikal, perbankan, Forkopimda, dan seluruh tamu undangan. Ia menegaskan bahwa PTBI merupakan agenda rutin Bank Indonesia sejak tahun 1969 hingga 2025. Tahun ini mengusung tema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan”.
Tema tersebut, kata Ardian, menjadi cerminan semangat BI memperkuat koordinasi menghadapi gejolak ekonomi global.
Ia menjelaskan bahwa perekonomian Kalteng pada 2025 masih ditopang konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, serta sektor unggulan seperti CPO dan pertambangan. Berbagai program pemerintah seperti MBG, Sekolah Rakyat, dan Koperasi Merah Putih juga disebut berperan besar menjaga daya beli masyarakat.
“Dengan kondisi yang cukup optimistis, kami memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Kalteng pada 2026 berada di kisaran 5,25% hingga 6%,” ujarnya.
Pada aspek stabilitas harga, BI mencatat inflasi 2025 berada dalam rentang aman. Proyeksi untuk 2025–2026 juga diharapkan tetap terkendali pada target nasional, yakni 1,5% hingga 3,5%. Ardian menuturkan bahwa stabilitas tersebut ikut tercermin dari kinerja sektor perbankan, di mana kredit tumbuh 6,25% dan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 7,05%, dengan rasio kredit bermasalah yang tetap terjaga.
“Ini menunjukkan perbankan berfungsi optimal sebagai agent of development untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.
Pada sektor sistem pembayaran, digitalisasi menunjukkan perkembangan signifikan. Transaksi QRIS tumbuh 152,5% secara tahunan, dengan volume mencapai 19,3 juta transaksi dan nilai transaksi sekitar Rp2,5 triliun. Ardian juga mengapresiasi komitmen pemerintah daerah, di mana 14 dari 15 pemda sudah menerbitkan Perda KKPD, 12 pemda menerbitkan kartu fisik KKPD, serta 7 pemda telah menyusun kajian ekonomi daerah.
“Sinergi menjaga stabilitas makro dan memperkuat sistem keuangan akan menjadi fokus kerja kami ke depan,” tegasnya.
Dalam penutup sambutannya, Ardian menegaskan bahwa BI akan terus mendorong sinergi lintas sektor untuk menjaga ketahanan ekonomi, mempercepat optimalisasi belanja publik, memperkuat peran perbankan, serta mengakselerasi digitalisasi keuangan daerah sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah yang lebih kuat dan berdaya tahan.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ika


