SAMPIT, katakata.co.id – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Sampit kembali menghadirkan edukasi bagi masyarakat melalui Podcast Bajakah Ngopi (Ngobrol Pemasyarakatan Bareng Ahli) Episode 17. Pada episode yang digelar Rabu (24/6/2026) tersebut, tema yang diangkat adalah “Bullying dan Haus Validasi di Media Sosial”.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bapas Kelas II Sampit itu menghadirkan psikolog Vina Witri Astuti sebagai narasumber utama. Turut berpartisipasi Duta Siswa Sadar Hukum SMKN 3 Sampit, Apriandi Pratama dan Sintia Ayu Novitasari, yang didampingi guru pendamping Thomas.
Dalam diskusi tersebut, para narasumber mengupas fenomena semakin tingginya kebutuhan sebagian remaja untuk memperoleh pengakuan atau validasi melalui media sosial. Kondisi tersebut dinilai dapat berdampak pada kesehatan mental apabila tidak disikapi secara bijak.
Psikolog Vina Witri Astuti menjelaskan bahwa ketergantungan terhadap respons dan penilaian orang lain di media sosial dapat memengaruhi kondisi psikologis seseorang.
“Ketika seseorang terlalu bergantung pada validasi dari media sosial, maka rasa percaya dirinya akan mudah terpengaruh oleh komentar, jumlah suka, maupun perhatian dari pengguna lain. Jika tidak dikelola dengan baik, hal ini dapat memicu kecemasan dan ketidakstabilan emosi,” ujarnya.
Selain membahas fenomena haus validasi, podcast tersebut juga menyoroti persoalan perundungan atau bullying, khususnya yang terjadi di ruang digital. Narasumber menekankan pentingnya membangun lingkungan media sosial yang aman, sehat, dan saling menghargai.
Duta Siswa Sadar Hukum SMKN 3 Sampit, Apriandi Pratama, mengingatkan bahwa perilaku perundungan di dunia maya tidak hanya berdampak pada korban, tetapi juga dapat berujung pada konsekuensi hukum bagi pelakunya.
“Masyarakat, khususnya generasi muda, perlu memahami bahwa setiap aktivitas di media sosial memiliki tanggung jawab hukum. Jangan sampai unggahan atau komentar yang merundung orang lain justru menimbulkan masalah hukum di kemudian hari,” katanya.
Senada dengan itu, Sintia Ayu Novitasari mengajak kalangan pelajar untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan berani menolak segala bentuk perundungan.
“Kita harus menjadi pengguna media sosial yang cerdas, tidak ikut menyebarkan ujaran yang menyakiti orang lain, dan berani mengingatkan teman-teman agar menerapkan etika digital,” ujarnya.
Kepala Bapas Kelas II Sampit Prayudha Rahmadany mengatakan, Podcast Bajakah Ngopi merupakan salah satu inovasi edukasi yang terus dikembangkan sebagai sarana penyebarluasan informasi kepada masyarakat.
“Melalui podcast ini, kami ingin menghadirkan edukasi yang relevan dengan kondisi saat ini. Literasi digital dan kesadaran hukum menjadi hal penting yang harus dipahami masyarakat, terutama generasi muda, agar mampu memanfaatkan media sosial secara positif dan bertanggung jawab,” tegas Prayudha.
Melalui kegiatan tersebut, Bapas Kelas II Sampit menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan literasi digital, kesadaran hukum, serta pencegahan perundungan melalui media edukasi yang adaptif dan mudah diakses masyarakat. Kegiatan berlangsung tertib, lancar, dan mendapat respons positif dari peserta yang mengikuti jalannya diskusi.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi


