SAMPIT, KATAKATA.CO.ID – Antrean kendaraan yang mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi perhatian pemerintah daerah.
Bupati Kotim, Halikinnor, berencana memanggil pihak Pertamina untuk meminta penjelasan mengenai penyebab terjadinya antrean panjang yang dalam beberapa hari terakhir dikeluhkan masyarakat.
Halikinnor mengatakan, kondisi tersebut perlu segera diketahui akar persoalannya, agar tidak menimbulkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat maupun kebutuhan operasional pemerintah.
Menurutnya, meningkatnya kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) selama musim kemarau menjadi salah satu kemungkinan penyebab terjadinya antrean. Saat ini aktivitas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) cukup tinggi sehingga kebutuhan BBM untuk kendaraan dan peralatan operasional ikut meningkat.
Selain itu, aktivitas masyarakat seperti penambangan rakyat juga dinilai dapat berpengaruh terhadap tingginya permintaan BBM.
“Antrean ini terjadi karena pasokan yang kurang, sementara kebutuhan di musim kemarau biasanya meningkat. Pemadaman karhutla yang dilakukan setiap hari tentu membutuhkan BBM. Selain itu, aktivitas masyarakat seperti pendulang emas juga membutuhkan bahan bakar,” kata Halikinnor, Sabtu (8/8/2026).
Halikinnor menegaskan, Pemkab Kotim tidak ingin mengambil kesimpulan sebelum memperoleh penjelasan dari pihak yang menangani distribusi BBM.
Pemkab akan meminta informasi langsung kepada Pertamina, termasuk mengenai kondisi pasokan, distribusi serta kuota BBM yang diterima Kotim.
“Nanti kita akan minta penjelasan dan menanyakan langsung ke Depot Pertamina, karena mereka yang lebih mengetahui persoalan teknisnya,” ujarnya.
Ia menyebut, terdapat sejumlah faktor yang berpotensi memengaruhi ketersediaan BBM di daerah. Salah satunya kemungkinan adanya kendala dalam pengiriman menggunakan kapal tanker. Di sisi lain, lonjakan kebutuhan selama musim kemarau juga perlu menjadi perhatian.
“Dari sisi umum, bisa saja pengiriman tanker mengalami kendala atau memang kebutuhan daerah meningkat, termasuk untuk operasional BPBD dan tim pemadam yang setiap hari menangani karhutla,” jelasnya.
Mengenai kemungkinan penambahan kuota, Halikinnor menyebut, Pemkab Kotim belum mengajukan permohonan secara resmi. Pemerintah daerah masih akan memastikan terlebih dahulu penyebab antrean dan kondisi pasokan di lapangan.
“Belum. Kita ingin panggil dulu Kepala Pertamina untuk mengetahui persis masalahnya. Kalau memang kuotanya yang berkurang, kita akan ajukan penambahan kuota sesuai kebutuhan,” tegasnya.
Pemkab Kotim berharap, persoalan antrean BBM dapat segera ditemukan solusinya. Ketersediaan BBM dinilai penting untuk menjaga kelancaran aktivitas masyarakat sekaligus mendukung operasional penanganan karhutla yang masih berlangsung selama musim kemarau.
Editor: Juniardi


