PALANGKA RAYA, katakata.co.id – Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi, mengimbau warga agar tidak melakukan pembakaran lahan selama musim kemarau untuk menghindari potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat membawa dampak serius bagi lingkungan dan kesehatan.
Menurut Subandi, praktik pembakaran lahan berisiko memicu karhutla yang tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga mengganggu kesehatan masyarakat, pendidikan, serta aktivitas ekonomi di wilayah setempat.
“Karhutla bukan sekadar kerusakan alam, tapi juga mengancam kesehatan masyarakat, menghambat proses belajar, serta merusak perekonomian daerah. Oleh sebab itu, kami meminta semua pemilik lahan untuk tidak melakukan pembakaran saat musim kemarau,” ujarnya, Jumat (16/5/2025).
Dia menegaskan, pemerintah kota bersama aparat hukum akan memperketat patroli di wilayah rawan karhutla dan memastikan penindakan tegas bagi pelaku pembakaran sesuai aturan yang berlaku.
Selain tindakan represif, Subandi menyebutkan bahwa program pengelolaan lahan tanpa bakar sedang digalakkan, yang fokus pada pelatihan teknik bertani ramah lingkungan bagi petani dan pemilik lahan sebagai solusi jangka panjang.
“Pencegahan dengan edukasi dan teknik pertanian ramah lingkungan menjadi langkah penting supaya kebakaran lahan dapat dicegah secara efektif,” ucapnya.
Dia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat dan pemilik lahan untuk secra bersama-sama menjaga Palangka Raya agar tetap aman dari ancaman karhutla selama musim kemarau.
Patroli rutin dan pengawasan intensif pun akan dilakukan untuk memastikan aturan pencegahan kebakaran lahan berjalan dengan baik dan pelaku pembakaran mendapatkan sanksi sesuai hukum.
“Mari kita jaga lingkungan dan kota kita supaya tetap sehat dan bebas dari karhutla. Peran serta masyarakat sangat menentukan keberhasilan upaya ini,” pungkasnya. (pri/red)


