KatakataKatakata
  • Home
  • Pemerintahan
    • Pemprov Kalteng
    • Pemko Palangka Raya
    • Pemkab Pulang Pisau
    • Pemkab Kapuas
    • Pemkab Barito Selatan
    • Pemkab Barito Utara
    • Pemkab Barito Timur
    • Pemkab Murung Raya
    • Pemkab Katingan
    • Pemkab Kotawaringin Timur
    • Pemkab Kotawaringin Barat
    • Pemkab Lamandau
    • Pemkab Sukamara
    • Pemkab Seruyan
    • Pemkab Gunung Mas
    • Dinas PUPR Barito Selatan
    • PUPR-PKP Kapuas
  • Legislatif
    • DPRD Prov Kalteng
    • DPRD Palangka Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Utara
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Sukamara
    • DPRD Seruyan
    • DPRD Gunung Mas
  • Universitas Palangka Raya
  • Politik
  • Hukum & Investigasi
  • More
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial Budaya
    • Opini
Reading: OPINI! Tantangan Pola Asuh di Era Digital
Bagikan
KatakataKatakata
  • Home
  • Pemerintahan
  • Legislatif
  • Universitas Palangka Raya
  • Politik
  • Hukum & Investigasi
  • More
  • Home
  • Pemerintahan
    • Pemprov Kalteng
    • Pemko Palangka Raya
    • Pemkab Pulang Pisau
    • Pemkab Kapuas
    • Pemkab Barito Selatan
    • Pemkab Barito Utara
    • Pemkab Barito Timur
    • Pemkab Murung Raya
    • Pemkab Katingan
    • Pemkab Kotawaringin Timur
    • Pemkab Kotawaringin Barat
    • Pemkab Lamandau
    • Pemkab Sukamara
    • Pemkab Seruyan
    • Pemkab Gunung Mas
    • Dinas PUPR Barito Selatan
    • PUPR-PKP Kapuas
  • Legislatif
    • DPRD Prov Kalteng
    • DPRD Palangka Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Utara
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Sukamara
    • DPRD Seruyan
    • DPRD Gunung Mas
  • Universitas Palangka Raya
  • Politik
  • Hukum & Investigasi
  • More
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Sosial Budaya
    • Opini
  • Box Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
@2023 Copyright Katakata.co.id

Kalimantan TengahOpiniPalangka Raya

OPINI! Tantangan Pola Asuh di Era Digital

Senin, 11 Mei 2026 12:17
Bagikan
4 Min Read
Bagikan

PALANGKA RAYA, katakata.co.id- Di banyak rumah hari ini, tangisan anak tidak lagi diredakan dengan pelukan, melainkan dengan layar. Gadget menjadi solusi instan diam, praktis, dan efektif. Dalam hitungan detik, anak yang rewel bisa tenang. Orang tua pun merasa terbantu.

Namun di balik kemudahan itu, muncul pertanyaan yang jarang kita ajukan dengan jujur: apakah kita masih benar-benar mengasuh anak, atau perlahan menyerahkan peran itu pada teknologi? Era digital masa kini memang tidak bisa kita hindari.

Anak-anak lahir dan tumbuh di tengah dunia yang terkoneksi, di mana layar bukan lagi barang mewah, melainkan bagian dari keseharian. Menjauhkan anak sepenuhnya dari gadget bukanlah pilihan realistis.

Namun, membiarkan anak tenggelam
tanpa batas juga bukan solusi bijak. Di sinilah dilema orang tua modern:
antara melindungi dan mempersiapkan.
Sayangnya, yang sering terjadi adalah jalan tengah yang keliru—memberi akses tanpa pendampingan. Gadget kerap dijadikan “pengasuh kedua”, bahkan “penenang utama”. Ketika orang tua lelah, sibuk, atau
sekadar ingin tenang sejenak, layar gadget menjadi jalan pintas.

Tanpa disadari, interaksi antara orang tua dan anak yang seharusnya menjadi fondasi tumbuh kembang anak perlahan tergantikan oleh konten digital yang belum tentu sesuai dengan kebutuhan emosional dan psikologis mereka. Padahal, masa kanak-kanak adalah fase krusial dalam pembentukan karakter.

Anak belajar bukan hanya dari apa yang mereka lihat, tetapi dari bagaimana mereka berinteraksi. Kontak mata, sentuhan fisik, respons emosional dan semua itu tidak bisa digantikan oleh animasi atau video semata, seberapa pun edukatifnya hal tersebut.

Ketika layar gadget menggantikan waktu kebersamaan, ada aspek perkembangan yang berisiko terabaikan: empati, kemampuan berkomunikasi, hingga pengendalian diri.

Lebih jauh, ketergantungan pada gadget juga membawa dampak yang
tidak sederhana. Anak menjadi lebih mudah bosan, sulit fokus, dan cenderung mencari stimulasi instan.

Dunia nyata yang berjalan lebih lambat terasa kurang menarik dibandingkan dunia digital yang serba cepat dan penuh warna. Jika ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin kita akan menghadapi generasi yang kurang sabar, kurang tangguh, dan kesulitan membangun hubungan sosial yang mendalam.

Namun, menyalahkan teknologi sepenuhnya juga bukan sikap yang adil. Gadget hanyalah alat. Persoalannya terletak pada bagaimana alat itu
digunakan.

Dalam banyak kasus, justru orang tua sendiri yang tanpa sadar
memberi contoh yang kurang tepat. Tidak sedikit anak yang melihat orang tuanya lebih sering menatap layar daripada berinteraksi. Dalam situasi seperti
ini, sulit mengharapkan anak memiliki kebiasaan yang berbeda.

Karena itu, tantangan utama pola asuh di era digital bukanlah soal melarang, melainkan soal mendampingi. Orang tua dituntut untuk hadir, bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional. Memberi batasan waktu, memilihkan konten yang sesuai, serta melibatkan diri dalam aktivitas
digital anak adalah langkah-langkah yang jauh lebih efektif dibanding sekedar
melarang tanpa penjelasan.

Lebih dari itu, orang tua perlu menjadi teladan. Jika ingin anak tidak bergantung pada gadget, maka orang tua juga perlu menunjukkan bahwa hidup tidak selalu bergantung pada layar.

Mengajak anak bermain, berbicara,
atau sekadar menghabiskan waktu bersama tanpa gangguan teknologi adalah bentuk sederhana namun bermakna dari kehadiran yang utuh. Pada akhirnya, anak tidak membutuhkan teknologi tercanggih untuk tumbuh dengan baik. Mereka membutuhkan perhatian, kedekatan, dan rasaaman.

Gadget bisa menjadi alat bantu, tetapi tidak boleh menggantikan peran
utama orang tua. Pelukan, percakapan, dan kebersamaan tetap menjadi
fondasi yang tidak tergantikan.

Di tengah derasnya arus digital, mungkin yang perlu kita jaga bukan
hanya waktu menatap layar anak, tetapi juga kualitas kehadiran kita sebagai
orang tua. Karena pada akhirnya, yang paling diingat anak bukanlah
seberapa canggih gadget yang mereka miliki, melainkan seberapa utuh
mereka pernah merasa dicintai.

“Waktu bersama adalah cinta terbesar kita untuk anak-anak”

Penulis : Sari Ramadhaniati

TOPIK BahayaTerhadapAnak, Gadget, Opini
Editor Katakata Senin, 11 Mei 2026 12:17
Bagikan artikel ini
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Please select a rating!

POPULER

Berisiko Tinggi, Ditjenpas Kalteng Pindahkan Saleh Ke Nusakambangan
Minggu, 7 Juni 2026 13:31
Plea Bargain Dinilai Selaras dengan Kearifan Dayak, Jadi Opsi Penyelesaian Perkara Johannes Tanojo
Jumat, 5 Juni 2026 15:47
Surat Terbuka Untuk Aliansi Kalteng Bergerak: Demi Menjaga Marwah Huma Betang, Sampaikan Kritik Secara Bermartabat, Jangan Menghujat
Kamis, 4 Juni 2026 16:12
Bandar Narkoba Menantang Negara: GDAN Dirikan Posko Terpadu Mulai 1 Juni!
Kamis, 28 Mei 2026 16:15
Kuasa Hukum Shalom Agung Dwi Putra Laporkan Dugaan Manipulasi Asal-Usul Anak ke Polda Kalteng
Selasa, 9 Juni 2026 12:28

Berita Terbaru

“Dede Ardiansyah Ajak Warga Peduli Kebersihan Lingkungan.”
DPRD Palangka Raya Kalimantan Tengah Palangka Raya Jumat, 26 Juni 2026 13:22
Jaga Keandalan Sistem Kelistrikan, PLN Gandeng Binda Kalteng
Kalimantan Tengah Nasional Palangka Raya Jumat, 26 Juni 2026 12:12
Kerja Bakti Bersama, Bapas Sampit Perkuat Kepedulian terhadap Kebersihan Lingkungan
Kalimantan Tengah Sampit Jumat, 26 Juni 2026 11:32
DPRD Barut Berkomitmen Kawal Aspirasi Prioritas Masyarakat Kecamatan Teweh Tengah
DPRD Barito Utara Kalimantan Tengah Jumat, 26 Juni 2026 11:32
Sambut 10 Muharram 1448 H, Ratusan Masyarakat Kapuas Berebut Bubur Asyura
Kalimantan Tengah Pemkab Kapuas Jumat, 26 Juni 2026 11:28

You Might Also Like

Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalteng, Tomy Irawan Diran (Foto : Pri)
DPRD Prov KaltengKalimantan TengahLegislatifPalangka Raya

Dewan Sebut Pentingnya Peran Orang Tua Dalam Batasi Penggunaan Gadget Kepada Anak

Kamis, 19 Juni 2025 23:57
ArtikelKalimantan TengahNasionalOpini

“80 HARI MENJELANG PELANTIKAN PRABOWO-GIBRAN“

Sabtu, 3 Agustus 2024 15:19
Kalimantan TengahOpini

Surat Terbuka Untuk Penjabat Wali Kota Palangka Raya

Kamis, 11 Juli 2024 16:41
ArtikelHukum & InvestigasiKalimantan TengahOpini

KADO HUT KE-78 BHAYANGKARA DARI JURNALIS YANG MENCINTAI POLRI

Selasa, 2 Juli 2024 17:27
KatakataKatakata
Follow US
© 2023 Global Media Bersaudara | Katakata.co.id
  • Box Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Selamat Datang!

Login ke Akun Anda

Lost your password?