PALANGKA RAYA, katakata.co.id – Mahasiswa asal Kabupaten Barito Timur (Bartim) menyoroti proyek rehabilitasi asrama mahasiswa mereka yang berlokasi di Jalan B. Koetin, Kota Palangka Raya. Proyek ini menggunakan anggaran APBD Barito Timur senilai Rp2,7 miliar dan kini menjadi perhatian karena dinilai kurang transparan.
Sebelumnya, mahasiswa mempertanyakan keterbukaan informasi publik terkait proyek tersebut. Pasalnya, selama pekerjaan berlangsung, tidak terdapat papan informasi atau plang proyek di sekitar lokasi. Namun, setelah sempat menjadi sorotan, plang proyek akhirnya dipasang di area asrama.
Meski demikian, mahasiswa kembali mengkritisi plang tersebut karena tidak mencantumkan tanggal mulai maupun selesai pekerjaan, hanya tertulis waktu pelaksanaan selama 60 hari kerja. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya di kalangan mahasiswa terkait kejelasan pelaksanaan proyek yang dibiayai dari uang daerah tersebut.
Salah satu mahasiswa Bartim, Fardoari, mengatakan pihaknya akan terus mengawal proyek ini agar sesuai dengan peruntukannya.
“Kami ingin proyek ini transparan dan dikerjakan sesuai ketentuan. Asrama ini tempat kami tinggal dan belajar, jadi kami berharap hasilnya maksimal,” ujarnya.
Sementara itu, Jejen, kepala tukang proyek rehabilitasi asrama mahasiswa Bartim, saat ditemui di lokasi mengaku tidak mengetahui detail informasi dalam plang proyek tersebut.
“Saya hanya menjalankan perintah untuk memasang plang kemarin siang. Untuk detail proyek, saya tidak tahu,” jelasnya.
Jejen menambahkan, pekerjaan yang saat ini dilakukan meliputi pemasangan granit, perbaikan atap, pengecatan ulang, serta perbaikan plafon yang rusak.
Mahasiswa Bartim menegaskan akan terus mengawasi jalannya proyek rehabilitasi agar benar-benar memberikan manfaat dan kenyamanan bagi mahasiswa asal Barito Timur yang menempuh pendidikan di Kota Palangka Raya.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ririen Binti


