SAMPIT,katakata.co.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Hujan deras disertai angin kencang dengan kecepatan mencapai lebih dari 50 kilometer per jam melanda sejumlah wilayah sejak 7 November lalu.
Kepala BPBD Kotawaringin Timur, Multazam, menjelaskan bahwa fenomena tersebut telah masuk dalam kategori bencana cuaca ekstrem. Berdasarkan data BPBD, sedikitnya dua bangunan mengalami kerusakan akibat terpaan angin kencang, yakni atap toko ritel modern di Desa Pelantaran dan atap Puskesmas Pundu. Selain itu, tercatat tujuh pohon tumbang di beberapa kecamatan.
“Pohon tumbang tidak hanya yang berusia tua, tetapi juga pohon muda dengan akar yang tidak kuat menahan hembusan angin, terutama yang memiliki daun rimbun,” terang Multazam.
BPBD mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap tanda-tanda cuaca ekstrem seperti munculnya awan gelap dan hembusan angin kencang. Warga juga diminta untuk menghindari aktivitas di luar ruangan, terutama di bawah pohon besar atau dekat jaringan listrik saat cuaca buruk.
Dalam penanganan darurat, BPBD turut menggandeng pihak terkait seperti PLN dan penyedia jaringan internet untuk bersinergi menghadapi dampak bencana. Pasalnya, tidak sedikit kasus pohon tumbang yang menimpa kabel listrik dan jaringan internet.
Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa akibat cuaca ekstrem tersebut, BPBD mencatat kerugian materiil yang ditimbulkan diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Pemerintah daerah pun mengingatkan masyarakat agar selalu waspada dan segera melapor jika terjadi kejadian serupa di sekitar lingkungan mereka.
Penulis : Mahsut
Editor : Ririen Binti


