KASONGAN, katakata.co.id – Dinas Perindustrian Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Disperintransnaker) Katingan, melatih warga Desa Baun Bango, Kecamatan Kamipang, mengolah produk pangan hasil perikanan.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Desa Baun Bango, Kecamatan Kamipang, Selasa (3/9/2024), Camat Kamipang Ade Irawan, menjelaskan, Kegiatan itu merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah produk perikanan, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat lokal.
Di sisi lain, dia memberikan apresiasi tinggi atas terlaksananya pelatihan tersebut. Bahkan dia menekankan pentingnya para peserta mengikuti pelatihan dengan tekun, agar nantinya dapat mengembangkan kemampuan dalam membuat produk olahan ikan secara mandiri.
“Saya sangat mengapresiasi pelatihan ini dan berharap para peserta dapat mengikuti dengan sungguh-sungguh. Semoga pelatihan ini dapat berkelanjutan sehingga para peserta mampu membuat produk sendiri yang bernilai jual,” imbuhnya.
Ade Irawan juga berharap, pelatihan tersebut dapat memberikan motivasi dan inovasi kepada peserta, serta masyarakat Kamipang lainnya untuk terus meningkatkan taraf hidup. Sebab, pelatihan-pelatihan sangat penting untuk membekali masyarakat dengan keterampilan baru, yang dapat membantu menciptakan peluang ekonomi yang lebih baik.
“Kami berharap semua pihak terkait, baik dari pemerintah daerah maupun masyarakat, dapat mendukung kegiatan-kegiatan pelatihan semacam ini. Bukan hanya dalam pengolahan ikan, tetapi juga keterampilan lain, seperti membatik, anyaman rotan, dan perbekalan yang perlu dikembangkan di Kecamatan Kamipang,” pungkasnya.
Terpisah, Kepala Disperintransnaker Katingan Supardie, menggarisbawahi pentingnya memanfaatkan masa muda untuk terus berkreasi dan belajar berbagai keterampilan yang dapat menunjang masa depan.
“Kita harus mempersiapkan diri selagi masih muda untuk terus berkreasi dan belajar keterampilan, yang menunjang masa depan. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat mandiri dan tidak selalu bergantung pada penghasilan suami atau istri. Ini adalah langkah awal untuk persiapan masa depan yang lebih baik,” tukasnya.
Selain itu, dia menekankan pentingnya komitmen untuk melanjutkan hasil pelatihan, agar kegiatan yang telah dilakukan tidak berhenti begitu saja setelah pelatihan selesai. “Jangan sampai setelah pelatihan ini selesai, kegiatan dan semangatnya juga ikut berhenti. Harus ada komitmen untuk terus melanjutkan apa yang telah dipelajari,” tegasnya.
Pasalnya, Kecamatan Kamipang direncanakan sebagai sentra industri olahan berbahan ikan. Oleh karena itu, pelatihan itu sangat penting untuk dilaksanakan.
“Kami melihat potensi Kamipang sebagai sentra industri olahan berbahan ikan. Itulah sebabnya pelatihan ini kami laksanakan di sini, dengan harapan masyarakat setempat dapat menjadi pelaku utama dalam industri ini,” tutup Supardie. (rul/red)


