PALANGKA RAYA,katakata.co.id – Kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Dikti-Stek), Stella Christie, ke Universitas Palangka Raya (UPR) pada Sabtu (13/9/2025) meninggalkan kesan mendalam.
Dalam forum paparan riset unggulan yang digelar di Aula Rahan, Gedung Rektorat Lantai II, Wamen secara terbuka menyebut presentasi mahasiswa UPR sebagai salah satu yang terbaik yang pernah ia dengar.
Dua mahasiswa dari Fakultas Kedokteran UPR, yakni Metri Elisha Banjar Nahor dan Natalia Purba, tampil memaparkan hasil riset mereka di hadapan Wamen dan civitas akademika. Keduanya berhasil menyajikan penelitian dengan runtut, jelas, serta menyentuh aspek kemanusiaan, sehingga mendapat apresiasi tinggi.
“Selamat sebesar-besarnya. Paparan riset hari ini, terutama dari mahasiswa, adalah mungkin yang terbaik yang pernah saya dengar selama saya berkunjung ke banyak universitas,” ujar Stella disambut tepuk tangan peserta.
Wamen menilai riset yang dipaparkan Metri dan Natalia telah memenuhi tiga unsur penting penelitian, yaitu kejelasan masalah, metode yang tepat, dan jawaban yang relevan. Selain kuat secara substansi, keduanya juga mampu menyampaikan riset dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami audiens.
“Riset yang baik selalu dimulai dari pertanyaan yang jelas, metode yang tepat, dan jawaban yang kuat. Semua itu sudah saya lihat di paparan hari ini. Bukan hanya bagus secara substansi, tapi juga cara penyampaiannya luar biasa,” tegasnya.
Selain mahasiswa, Stella juga mengapresiasi dosen UPR yang dinilai mampu membimbing dan mengarahkan penelitian dengan baik. Ia menyebut kualitas sumber daya manusia di UPR sebagai modal utama untuk membawa universitas ini bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
“Keberhasilan ini membuktikan bahwa dosen dan mahasiswa UPR punya potensi luar biasa. Ini bukti nyata bahwa kualitas tidak ditentukan oleh ranking sekolah asal atau lokasi universitas, tetapi oleh kerja keras dan bimbingan yang tepat,” tambahnya.
Wamen menekankan bahwa pengakuan ini bukan sekadar pujian, melainkan pengakuan berbasis data dari pengalamannya mengunjungi 44 universitas di seluruh Indonesia. Ia berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi UPR untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas riset ke depannya.
“Hari ini saya tidak hanya berbicara, tetapi belajar dari kalian. Paparan riset UPR ini adalah salah satu yang terbaik di Indonesia, dan harus menjadi kebanggaan seluruh civitas akademika,” pungkasnya.
Kunjungan ini sekaligus meneguhkan posisi Universitas Palangka Raya sebagai kampus riset dengan potensi besar, khususnya melalui karya mahasiswa Fakultas Kedokteran yang berhasil mencuri perhatian di tingkat nasional. (dri/red)


