PALANGKA RAYA,katakata.co.id- Mengalami krisis keuangan hingga terlilit Utang mencapai Rp 120 Miliar. RSUD Doris Sylvanus mengambil kebijakan penting yakni menghentikan sementara pasokan sejumlah vitamin.
Hal tersebut disampaikan, Plt Direktur RSUD Doris Sylvanus, Suyuti Syamsul mengatakan, permasalahan Manajemen ini sudah terjadi sejak 2023 hingga 2024. Yang mana saat itu pihak RS menggunakan keuangan pendapatan pada tahun tersebut untuk pembangunan RS.
“Akibatnya pembayaran untuk obat-obatan terutang, karena pendapatan RS tidak cukup untuk mendanai keduanya, ” Katanya.
Oleh karena itu, Suyuti mengambil kebijakan untuk menghentikan sementara pasokan beberapa vitamin dan mengutamakan pasokan obat-obatan karena keterbatasan biaya.
“Jadi saat ini keuangan pendapatan RSUD Doris Sylvanus yang seharusnya digunakan untuk operasional kini dialihkan untuk membayar utang secara bertahap, ” tegasnya.
Sementara, biaya operasional RSUD Doris Sylvanus terpaksa ditanggung pemerintah Provinsi Kalteng melalui dana APBD.
”Hingga saat ini pihak RSUD Doris Sylvanus telah menyicil utang dengan pihak penyedia obat-obatan sebesar Rp 60 Miliar, saya optimis utang tersebut dapat terselesaikan dalam waktu tak lama, ” pungkasnya. (ard/red)


