KUALA KURUN, katakata.co.id– Sebanyak 231 siswa baru Sekolah Rakyat Kabupaten Gunung Mas resmi memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027.
Kegiatan tersebut diawali dengan open house dan pembukaan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 54 di Desa Tumbang Tambirah, Kecamatan Kurun, Jumat (31/7/2026).
MPLS menjadi tahapan penting bagi para peserta didik untuk mengenal lingkungan sekolah, para guru, teman seangkatan, hingga kehidupan berasrama yang akan dijalani selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.
Bupati Gunung Mas, Jaya S. Monong, mengatakan kegiatan MPLS dirancang agar seluruh siswa mampu beradaptasi dengan cepat dalam suasana belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari praktik perundungan.
“Kegiatan MPLS ini bertujuan agar anak-anak cepat beradaptasi, mengenal guru, teman, dan aturan sekolah dengan rasa gembira tanpa ada perundungan,” kata Jaya, Sabtu (1/8/2026).
Ia berharap para siswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menimba ilmu dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, pendidikan merupakan modal utama dalam meraih masa depan yang lebih baik sekaligus membangun Kabupaten Gunung Mas.
“Belajarlah dengan giat, disiplin, dan raih cita-citamu setinggi langit karena masa depan daerah ini ada di tangan kalian,” pesannya.
Jaya menegaskan keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan orang tua, sekolah, dan masyarakat. Karena itu, pelaksanaan open house diharapkan mampu memperkuat komunikasi dan kolaborasi seluruh pihak dalam mendukung perkembangan peserta didik.
Ia menambahkan, Program Sekolah Rakyat merupakan bentuk komitmen pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dalam menghadirkan akses pendidikan yang setara, merata, dan berkeadilan bagi seluruh anak. Program tersebut juga sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Gunung Mas melalui program unggulan Tambun Bungai Cerdas.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gunung Mas, Baryen, mengungkapkan proses seleksi calon peserta didik telah berlangsung sejak awal Juni hingga 10 Juli 2026.
Dari kuota 270 siswa yang disediakan pada tahun ajaran 2026/2027, sebanyak 231 siswa telah dinyatakan siap mengikuti proses pembelajaran. Rinciannya terdiri dari 90 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 51 siswa SMA.
“Saat ini pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Tumbang Tambirah masih berjalan. Untuk sementara, Gedung Serba Guna digunakan sebagai lokasi MPLS, sedangkan asrama putri memanfaatkan gedung SMP Putri dan asrama putra menggunakan gedung belajar SMA yang disesuaikan sebagai tempat tinggal sementara,” jelas Baryen.
Pemerintah Kabupaten Gunung Mas optimistis keberadaan Sekolah Rakyat akan menjadi salah satu solusi dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat, khususnya bagi anak-anak yang membutuhkan layanan pendidikan berasrama dengan dukungan fasilitas yang memadai.
Penulis : Ardi
Editor : Ika


