PALANGKA RAYA,katakata.co.id– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palangka Raya terus mendorong penguatan kemandirian ekonomi warga binaan melalui pemanfaatan teknologi digital. Komitmen tersebut diwujudkan lewat program KODIKARYA (Kolaborasi Digital Hasil Karya Warga Binaan) yang menjadi salah satu upaya memperluas pemasaran produk hasil pembinaan.
Komitmen itu ditandai dengan penutupan Pelatihan Pemasaran Hasil Karya Warga Binaan melalui Platform Digital yang berlangsung pada Kamis (22/10/2026). Pelatihan tersebut diikuti petugas dan warga binaan untuk meningkatkan kemampuan dalam mempromosikan produk serta mengembangkan strategi pemasaran berbasis digital.
Kepala Lapas Kelas IIA Palangka Raya, Hisam Wibowo, mengatakan pembinaan kemandirian perlu dikembangkan tidak hanya pada aspek keterampilan produksi, tetapi juga kemampuan memasarkan hasil karya agar memiliki nilai ekonomi dan mampu bersaing di pasar.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin membangun ekosistem pemasaran yang tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga pada bagaimana hasil karya warga binaan dapat dikenal lebih luas dan memiliki nilai ekonomi,” ujar Hisam.
Menurutnya, program KODIKARYA menjadi langkah strategis untuk menghubungkan keterampilan warga binaan dengan peluang pasar melalui pemanfaatan platform digital dan penguatan kemitraan dengan berbagai pihak.
Ia berharap, pengetahuan yang diperoleh peserta selama pelatihan dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga produk hasil karya warga binaan semakin dikenal masyarakat.
“Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan sebagai bekal untuk membangun kemandirian ekonomi, baik selama menjalani pembinaan maupun setelah kembali ke masyarakat,” katanya.
Penutupan pelatihan turut dihadiri Kepala Lapas Perempuan Palangka Raya, Heni Anggraeni. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan kapasitas petugas dan warga binaan dalam mengembangkan keterampilan pemasaran digital.
Heni mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut karena memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempelajari cara memanfaatkan teknologi dalam memperkenalkan produk kepada khalayak yang lebih luas.
“Pelatihan ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk mempelajari cara memanfaatkan teknologi digital dalam memperkenalkan produk kepada masyarakat. Saya berharap keterampilan yang telah diperoleh tidak berhenti setelah pelatihan selesai, tetapi terus dikembangkan dan diterapkan dalam kegiatan sehari-hari,” ungkap Heni.
Ia juga berharap kreativitas, kemauan untuk terus belajar, serta pendampingan yang berkelanjutan dapat membantu meningkatkan daya saing produk hasil karya warga binaan sekaligus membuka peluang usaha yang lebih luas.
Manfaat pelatihan juga dirasakan oleh peserta dari kalangan petugas. Salah seorang peserta menilai kegiatan tersebut memberikan pemahaman baru mengenai strategi promosi melalui media sosial, pembuatan konten kreatif, serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan daya tarik produk.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami karena mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru tentang pemasaran digital. Kami belajar bagaimana membuat promosi yang menarik dan memperkenalkan produk kepada lebih banyak orang melalui platform digital,” ujarnya.
Ia berharap keterampilan tersebut dapat dipraktikkan untuk membantu memperluas jangkauan pemasaran produk yang dihasilkan warga binaan.
Program KODIKARYA sendiri merupakan implementasi proyek perubahan yang digagas Hisam Wibowo melalui tajuk Transformasi Ekosistem Pemasaran Hasil Karya Warga Binaan melalui Kolaborasi Digital dan Kemitraan Strategis Menuju Kemandirian Ekonomi Berkelanjutan. Program ini dikembangkan dalam rangka mendukung Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II.
Melalui pendekatan kolaborasi digital dan kemitraan strategis, KODIKARYA diarahkan untuk memperkuat ekosistem pemasaran produk hasil pembinaan agar tidak hanya berorientasi pada proses produksi, tetapi juga memperhatikan promosi, akses pasar, dan keberlanjutan usaha.
Sebagai bagian dari rangkaian penutupan, sertifikat diserahkan kepada para peserta sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan penyelesaian pelatihan. Penyerahan tersebut sekaligus diharapkan menjadi motivasi bagi peserta untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh.
Lapas Kelas IIA Palangka Raya berharap pelatihan ini menjadi langkah awal dalam mengembangkan pemasaran produk warga binaan secara lebih terarah dan berkelanjutan. Melalui KODIKARYA, penguatan keterampilan, pemanfaatan teknologi, serta kerja sama lintas sektor diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk dan mendukung kemandirian ekonomi warga binaan, termasuk ketika mereka kembali berintegrasi dengan masyarakat.
Penulis: Wiyandri
Editor : Ardi


