PALANGKA RAYA,katakata.co.id– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palangka Raya terus mendorong hasil karya warga binaan agar memiliki nilai ekonomi dan mampu bersaing di pasaran. Salah satu upaya yang dilakukan yakni menjalin kerja sama dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Provinsi Kalimantan Tengah melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), Rabu (14/10/2026).
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari penguatan program pembinaan kemandirian sekaligus mendukung implementasi KODIKARYA (Kolaborasi Digital Hasil Karya Warga Binaan), sebuah inisiatif untuk memperluas pemasaran produk warga binaan melalui pemanfaatan teknologi digital dan kemitraan strategis.
Kerja sama ini juga berkaitan dengan proyek perubahan yang diusung Kepala Lapas Palangka Raya, Hisam Wibowo, dalam rangka mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II. Proyek tersebut bertajuk “Transformasi Ekosistem Pemasaran Hasil Karya Warga Binaan melalui Kolaborasi Digital dan Kemitraan Strategis Menuju Kemandirian Ekonomi Berkelanjutan”.
Melalui kemitraan ini, pembinaan warga binaan tidak hanya diarahkan pada peningkatan keterampilan membuat produk, tetapi juga mencakup kemampuan mengembangkan usaha, meningkatkan kualitas barang, hingga menjangkau konsumen yang lebih luas.
Adapun ruang lingkup kerja sama meliputi pelatihan kewirausahaan, produksi dan pengolahan, pengemasan, pelabelan, desain produk, pemasaran konvensional maupun digital, serta pengelolaan usaha.
Berbagai dukungan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan daya saing produk warga binaan. Dengan demikian, hasil pembinaan tidak sekadar menjadi aktivitas produktif selama menjalani masa pidana, tetapi juga berpotensi menjadi sumber penghasilan ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Palangka Raya, Hisam Wibowo, mengatakan bahwa pengembangan pembinaan kemandirian perlu dilakukan secara menyeluruh, termasuk menyiapkan warga binaan agar memahami proses pemasaran dan pengelolaan usaha.
“Melalui kerja sama ini, kami ingin keterampilan warga binaan tidak hanya berhenti pada proses produksi, tetapi juga berkembang hingga kemampuan mengelola usaha dan memasarkan produk,” ujar Hisam.
Ia menjelaskan, program KODIKARYA dirancang untuk menghubungkan hasil karya warga binaan dengan peluang pasar melalui pemanfaatan teknologi digital serta dukungan berbagai mitra strategis.
“Melalui program KODIKARYA, kami berupaya membangun ekosistem pemasaran yang lebih luas melalui kolaborasi digital dan kemitraan strategis, sehingga hasil karya warga binaan memiliki nilai ekonomi dan dapat menjadi bekal untuk hidup mandiri setelah kembali ke masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Tengah, Rahmawati, menyambut baik kerja sama tersebut. Dukungan dari dinas diharapkan dapat memperkuat pengembangan keterampilan kewirausahaan, peningkatan kualitas produk, serta perluasan akses pemasaran bagi warga binaan.
Sinergi antara Lapas Palangka Raya dan pemerintah daerah ini diharapkan membuka lebih banyak kesempatan bagi produk warga binaan untuk dikenal masyarakat. Selain memperluas jaringan pemasaran, pendampingan usaha juga menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan warga binaan agar dapat mengelola kegiatan ekonomi secara berkelanjutan.
Melalui KODIKARYA, Lapas Palangka Raya berupaya mengembangkan pola pembinaan yang selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar. Program ini diharapkan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kemandirian ekonomi warga binaan sekaligus mendukung proses reintegrasi sosial setelah mereka menyelesaikan masa pidana.
Penulis: Wiyandri
Editor : Ardi


