SAMPIT,katakata.co.id– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit terus mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui pelatihan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kotawaringin Timur dalam pelatihan budidaya ayam petelur.
Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian antara Kepala Lapas Kelas IIB Sampit, Muhammad Yani, dan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kotawaringin Timur, Yephy Hartady Periyanto, di Aula Lapas Sampit, Senin (12/10/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Subseksi Kegiatan Kerja (Kasubsi Giatja) Lapas Sampit, Dwinarno, bersama staf Bidang Giatja, Selamat Riadi, yang akan mendampingi pelaksanaan program, khususnya dalam aspek teknis kegiatan pelatihan.
Sebanyak 16 warga binaan terpilih mengikuti program tersebut. Mereka akan mendapatkan pembekalan mengenai teknik budidaya ayam petelur, mulai dari tata cara pemeliharaan, pengelolaan pakan, hingga perawatan kesehatan ternak.
Melalui pelatihan ini, warga binaan diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya melalui praktik langsung. Keterampilan tersebut diharapkan menjadi bekal untuk membuka peluang usaha maupun bekerja setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Kepala Lapas Kelas IIB Sampit, Muhammad Yani, mengatakan kolaborasi dengan pemerintah daerah merupakan bagian dari upaya memberikan keterampilan produktif kepada warga binaan agar mereka memiliki kemampuan untuk hidup mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat.
“Kerja sama ini merupakan langkah nyata kami dalam memberikan bekal keterampilan yang produktif dan bernilai ekonomis bagi para warga binaan, sehingga kelak ketika kembali ke masyarakat mereka memiliki modal keahlian untuk mandiri,” ungkap Muhammad Yani.
Menurutnya, pembinaan kemandirian perlu diarahkan pada keterampilan yang dapat dimanfaatkan secara nyata. Dengan demikian, warga binaan mempunyai kesempatan untuk mengembangkan potensi diri sekaligus mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Sinergi antara Lapas Sampit dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kotawaringin Timur ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan program pembinaan, sekaligus memperluas jenis keterampilan yang dapat dipelajari warga binaan.
Melalui program tersebut, Lapas Sampit berupaya mempersiapkan warga binaan agar tidak hanya menjalani masa pembinaan, tetapi juga memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan untuk beradaptasi, berusaha, serta berkontribusi positif ketika kembali ke masyarakat.
Penulis: Wiyandri
Editor : Ardi


