PALANGKA RAYA,katakata.co.id– Pemanfaatan media sosial menjadi salah satu strategi untuk memperluas pemasaran produk hasil karya warga binaan. Melalui program KODIKARYA (Kolaborasi Digital Hasil Karya Warga Binaan), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palangka Raya membekali peserta pelatihan dengan pengetahuan dan keterampilan promosi digital, Kamis (22/10/2026).
Dalam kegiatan Pelatihan Pemasaran Produk Hasil Karya Warga Binaan se-Kalimantan Tengah tersebut, peserta mendapatkan edukasi langsung dari influencer mengenai cara membangun strategi promosi yang kreatif, menarik, dan mampu menjangkau lebih banyak calon konsumen.
Materi pelatihan mencakup teknik pembuatan konten kreatif, pemilihan konsep video, pengambilan gambar produk, penyusunan kalimat pembuka yang menarik perhatian, hingga cara membangun interaksi dengan audiens. Peserta juga diperkenalkan pada pemanfaatan fitur siaran langsung atau live streaming serta strategi mengoptimalkan konten agar berpeluang masuk For You Page (FYP).
Influencer Yulita Imransyah turut membagikan pengalaman dan pengetahuan mengenai strategi pemasaran melalui media sosial. Sementara itu, influencer Bella Natalliya yang hadir sebagai narasumber menekankan pentingnya kreativitas dan ketepatan strategi dalam memperkenalkan produk kepada masyarakat.
“Media sosial bisa menjadi sarana promosi yang efektif untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat luas. Kuncinya adalah membuat konten yang menarik, menunjukkan keunggulan produk, serta membangun interaksi dengan calon pembeli,” ungkap Bella Natalliya.
Ia berharap, pengetahuan yang diberikan selama pelatihan dapat diterapkan oleh peserta untuk membantu memperluas pemasaran produk hasil karya warga binaan sehingga semakin dikenal dan diminati masyarakat.
Tidak hanya menerima materi, peserta juga mengikuti praktik pembuatan konten promosi. Melalui kegiatan tersebut, mereka belajar menyajikan informasi produk secara persuasif, menonjolkan keunggulan barang, serta membangun daya tarik visual agar calon pembeli tertarik untuk mengetahui lebih jauh produk yang ditawarkan.
Antusiasme mengikuti pelatihan juga ditunjukkan oleh warga binaan. Salah seorang peserta menilai, kegiatan tersebut memberikan wawasan baru tentang pentingnya kreativitas dalam memasarkan produk melalui platform digital.
“Melalui pelatihan ini, saya belajar bahwa memasarkan produk tidak hanya tentang menjual barang, tetapi juga bagaimana membuat orang tertarik melalui konten yang kreatif. Saya berharap ilmu yang didapatkan bisa kami praktikkan untuk membantu memasarkan hasil karya warga binaan sehingga produk kami lebih dikenal dan memiliki nilai jual yang lebih baik,” ujarnya.
Kepala Lapas Kelas IIA Palangka Raya, Hisam Wibowo, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari implementasi proyek perubahan yang berfokus pada transformasi ekosistem pemasaran hasil karya warga binaan melalui kolaborasi digital dan kemitraan strategis untuk mewujudkan kemandirian ekonomi berkelanjutan.
Menurut Hisam, program KODIKARYA dirancang untuk memperkuat kemampuan pemasaran sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi produk warga binaan agar mampu bersaing di pasar.
“Kami ingin hasil karya warga binaan memiliki peluang untuk berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas. Melalui pelatihan ini, petugas maupun warga binaan yang nantinya telah bebas dibekali kemampuan memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi sekaligus membangun jiwa kewirausahaan,” kata Hisam.
Ia berharap, keterampilan pemasaran digital yang diperoleh peserta dapat menjadi bekal untuk mengembangkan usaha secara mandiri serta mendukung keberlanjutan ekonomi setelah warga binaan kembali ke tengah masyarakat.
Melalui KODIKARYA, Lapas Palangka Raya terus mendorong kolaborasi dengan influencer, pelaku usaha, dan mitra potensial lainnya untuk memperkuat promosi produk hasil karya warga binaan. Pengembangan keterampilan digital dan perluasan jejaring pemasaran diharapkan dapat meningkatkan daya saing, memperluas jangkauan konsumen, serta memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi produk yang dihasilkan warga binaan.
Penulis: Wiyandri
Editor : Ardi


