SAMPIT, KATAKATA.CO.ID – Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus melakukan evaluasi kemampuan personel dan peralatan, menyusul karhutla yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Penambahan personel dan peralatan menjadi opsi yang disiapkan, apabila kondisi kebakaran terus mengalami peningkatan.
Wakil Koordinator III Satgas Penanggulangan Karhutla Kotim, Rihel mengatakan, jumlah personel yang dikerahkan saat ini sudah mengalami penambahan dibandingkan saat Satgas pertama kali dibentuk.
Pada awalnya, Satgas hanya diperkuat sekitar 100 personel. Namun, seiring meningkatnya kejadian karhutla, jumlah tersebut bertambah menjadi sekitar 150 orang dengan melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Kalau memang mau ditambah lagi bisa saja, kemarin perintah Bupati Kotim juga bisa untuk ditambah lagi. Tapi untuk sementara, tambahan personel dari OPD itu ada 22 OPD yang memang belum tergabung dalam Satgas,” terang Rihel, Minggu (16/8/2026).
Kekuatan Satgas juga diperkuat unsur TNI, Polri, Manggala Agni serta sejumlah instansi terkait lainnya.
Menurut Rihel, jumlah personel masih memungkinkan untuk kembali ditambah. Namun, langkah tersebut akan menyesuaikan tingkat kebutuhan dan perkembangan karhutla di lapangan.
“Tidak menutup kemungkinan bisa saja ditambah, jadi kita lihat eskalasinya. Kemarin perintah Bupati pun kalau memang kurang, segera lapor, kita tambahkan,” ujarnya.
Selain sumber daya manusia, persoalan peralatan pemadaman juga menjadi perhatian. Salah satu kendala yang dihadapi petugas adalah lokasi sumber air yang cukup jauh dari titik kebakaran.
Kondisi tersebut membuat petugas harus menggunakan mesin pompa dan selang panjang untuk mengalirkan air menuju lokasi api. Untuk mengatasi persoalan itu, salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah membuat embung sementara di sekitar kawasan yang rawan terbakar.
Air dari embung tersebut nantinya dapat dimanfaatkan menggunakan unit pompa untuk mendukung proses pemadaman.
Satgas juga mempertimbangkan dukungan dari perusahaan apabila kebutuhan peralatan semakin mendesak. Unit penyuplai air dapat diminta untuk disiagakan di sekitar posko penanganan karhutla.
“Kalau memang mendesak lagi, untuk unit-unit penyuplai air mungkin kita minta bantuan dari pihak perusahaan, sama seperti tahun-tahun yang dulu. Minta mereka standby-kan di lokasi posko,” jelas Rihel.
Penguatan personel dan peralatan dinilai penting, karena kondisi kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga September. Dengan kondisi lahan yang semakin kering, potensi munculnya titik kebakaran baru masih perlu diwaspadai.
Satgas akan terus memantau perkembangan karhutla sekaligus mengevaluasi kebutuhan di lapangan. Jika eskalasi meningkat, penambahan personel maupun peralatan akan dilakukan untuk memperkuat penanganan kebakaran.
Editor: Juniardi


