SAMPIT, katakata.co.id – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan target kebakaran dapat dikendalikan sebelum masa tanggap darurat berakhir pada 30 September 2026.
Bupati Kotim, Halikinnor mengatakan, waktu kurang dari sepekan tersebut akan dimanfaatkan untuk memperkuat upaya pemadaman, termasuk menambah sarana yang dibutuhkan petugas di lapangan.
“Saya yakin dengan kekompakan dan kebersamaan kita semua, Insyaallah nanti dalam seminggu ini, sampai tanggal 30 September, mudah-mudahan bisa padam,” kata Halikinnor saat memberikan arahan kepada tim Satgas Penanganan Karhutla Kotim, Sabtu (26/9/2026).
Status tanggap darurat karhutla dan kekeringan di Kotim telah ditetapkan sejak 30 Juli 2026 dan sebelumnya telah diperpanjang dua kali. Status tersebut dijadwalkan berakhir pada 30 September.
Untuk mengejar target tersebut, Halikinnor menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim menyiapkan kebutuhan tambahan, salah satunya armada tangki untuk mendukung suplai air ke lokasi kebakaran.
“Saya juga instruksikan BPBD apapun kebutuhan tadi, nanti kita mudah-mudahan dalam satu-dua hari kita beli tangki baru lagi,” ujarnya.
Keterbatasan sumber air menjadi salah satu kendala yang dihadapi petugas ketika melakukan pemadaman. Karena itu, pemerintah daerah juga membuka ruang bagi masyarakat untuk terlibat membantu penyediaan sarana pengangkutan air.
BPBD diminta mendata warga yang memiliki kemampuan mengemudikan kendaraan roda empat. Pemkab juga membuka opsi menyewa kendaraan bak terbuka yang dapat digunakan untuk membawa profil tank atau tangki air ke lokasi penanganan.
“Saya sudah minta BPBD kumpulkan warga, siapa yang bisa menyupir kita bayar, kita gaji. Kita sewa alat misalnya L300 atau misalnya cabin Hilux misalnya kita sewa, kita bayar masyarakat bisa menyupir,” ucap Halikinnor.
Menurut Halikinnor, percepatan penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh unsur. Ia mengapresiasi personel Satgas yang selama ini terus bekerja di lapangan untuk menghadapi titik-titik kebakaran.
“Kita kalau gitu, bisa kita yang terbaik di Kalimantan Tengah bahkan di Indonesia nanti. Dan itu bisa terjadi karena Bapak dan Ibu sekalian. Kami hanya memonitor dan mengarahkan, tetapi kalianlah pahlawan yang berjuan terdepan menghadapi api-api tersebut,” ucapnya.
Ia menilai, kekompakan antarunsur menjadi modal penting dalam menghadapi kondisi kemarau dan kebakaran yang masih muncul di sejumlah wilayah Kotim.
Dengan tambahan armada, dukungan masyarakat dan penguatan personel di lapangan, Pemkab Kotim berharap penanganan karhutla dapat dipercepat sehingga target pengendalian kebakaran sebelum berakhirnya masa tanggap darurat dapat tercapai.
Penulis/Editor : Juniardi


