SAMPIT, katakata.co.id – Jembatan Patah di Jalan Kapten Mulyono, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kotawaringin Timur (Kotim), disiapkan untuk dibangun secara permanen mulai tahun depan.
Pemerintah Kabupaten Kotim saat ini masih menyelesaikan tahapan perencanaan teknis, sebelum pembangunan jembatan yang selama ini menggunakan lantai kayu dan lapisan plat besi tersebut dimulai.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim, Mentana Dinar Tistama mengatakan, studi kelayakan atau feasibility study (FS) telah selesai dilakukan. Sementara penyusunan Detail Engineering Design (DED) masih berproses.
“Iya, rencananya begitu (dibangun permanen). Biayanya ini masih dalam proses perencanaan. Kemarin FS-nya sudah kita laksanakan, kemudian sekarang kita sedang proses perencanaan untuk DED-nya,” ujar Mentana, Selasa (29/9/2026).
Menurutnya, DED menjadi tahapan penting untuk menentukan bentuk dan spesifikasi teknis jembatan, termasuk kebutuhan konstruksi serta perkiraan anggaran yang lebih pasti.
Untuk sementara, kebutuhan anggaran pembangunan diperkirakan berada di kisaran Rp7 miliar hingga Rp8 miliar. Namun, nilai tersebut masih dapat berubah setelah seluruh perencanaan teknis selesai.
“Kalau nilainya kisarannya saya belum bisa memastikan, tapi kurang lebih Rp7 sampai Rp8 miliar. Saya tidak tahu nanti kalau pada waktu anggarannya naik lagi. Ini masih estimasi sementara karena kita masih menunggu Detail Engineering Design,” jelasnya.
Jembatan baru nantinya akan menggantikan konstruksi Jembatan Patah yang saat ini masih menggunakan material kayu dan plat besi. Pembangunannya akan disesuaikan dengan standar jalan kabupaten yang berlaku di Kotim.
Salah satu standar yang menjadi acuan adalah Muatan Sumbu Terberat (MST). Untuk ruas jalan kabupaten di Kotim, standar MST yang digunakan sebesar 8 ton.
“Untuk jalan kabupaten itu 8 ton. Kita mengikuti jalan kabupaten. Jalan kabupaten kita ini memang MST-nya 8 ton, begitu pula jembatannya,” kata Mentana.
Dengan penyelesaian FS dan proses penyusunan DED, pembangunan permanen Jembatan Patah ditargetkan dapat masuk tahap pelaksanaan pada tahun depan setelah perencanaan dan penganggaran rampung.
Jembatan tersebut nantinya diharapkan memiliki konstruksi yang sesuai dengan standar jalan kabupaten sehingga dapat mendukung kelancaran mobilitas masyarakat di Jalan Kapten Mulyono.
Penulis/Editor : Juniardi


