KUALA KAPUAS,katakata.co.id- Pemerintah Kabupaten Kapuas, melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) setempat, bersiap meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Geografis Aset Tanah dan Bangunan (SiGanteng).
“Aplikasi SiGanteng ini, bertujuan untuk mendukung pemerintah Kapuas dalam pengelolaan aset yang lebih efektif, efisien dan transparan,” kata Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Setda Kapuas, Vitrianson, di Kuala Kapuas, Minggu (9/2/2025).
Hal itu disampaikannya, saat membuka kegiatan sosialisasi SiGanteng, bertempat di aula rapat Kantor BKAD jalan Pemuda Kuala Kapuas, yang dihadiri oleh tim narasumber dari Institut Tekhnologi (ITS) Surabaya, para staf perangkat daerah lingkup Pemkab Kapuas serta sejumlah kecamatan.
Vitrianson mengucapkan terima kasih kepada BKAD Kapuas juga tim Narasumber yang sudah menginisiasi kegiatan ini, dengan aplikasi yang ada, diharapkan dapat mempermudah kinerja pengelolaan aset.
“Pengelolaan aset tanah dan bangunan merupakan aspek Fundamental dalam pembangunan daerah, untuk itu Kabupaten Kapuas memiliki banyak potensi sumber daya yang perlu dikelola secara efektif,” katanya.
Lebih lanjut, Vitrianson menyampaikan bahwa tantangan pengelolaan aset yaitu kurangnya integritas data, kesulitan akses informasi dan keterbatasan alat analisis dalam membantu pengambilan kebijakan.
Oleh karenanya, dalam optimalisasi pengelolaan aset, pemkab Kapuas bersinergi dengan ITS Surabaya telah melaksanakan pengembangan aplikasi pemetaan aset tanah dan bangunan berbasis tekhnologi Geographic Information System (GIS) sehingga hadirlah aplikasi siGanteng.
Sementara itu, Kepala Bidang Aset, Eko Tejono, menyampaikan target aplikasi ini diharapkan kedepannya dapat mempermudah bagi pihaknya untuk mengetahui kondisi maupun fisik bangunan dan tanah seperti apa, itu nantinya bisa langsung mengetahui dan tidak perlu lagi membuka data manual karena sudah ada secara online.
“Aplikasi ini dapat mempermudah nantinya dalam mengambil kebijakan, mau dibuat apa, tanah ataupun bangunan yang tidak objektif,” kata Eko Tejono.
Ditambahkannya, saat ini pemerintah daerah setempat, sedang giat-giatnya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan ini merupakan salah satu tujuan pembuatan dan pengembangan aplikasi berbasis tekhnologi GIS ini.
“Nantinya, seluruh OPD tidak lagi inventarisir kelapangan, tapi itu hanya bermodalkan HP untuk meninjau lokasi-lokasi tanah yang mereka catat, karena diaplikasi tersebut disitu nantinya sudah ada penjelasan dan keterangannya,” demikian Eko. (ard/red)


