SAMPIT, katakata.co.id – Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Balai Pemasyarakatan Sampit melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap klien Anak yang berhadapan dengan hukum, Rabu (04/03/2026). Kegiatan ini dilakukan setelah upaya diversi di Kejaksaan Negeri Seruyan dinyatakan tidak berhasil.
Monitoring dan evaluasi tersebut dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sampit sembari menunggu panggilan diversi lanjutan dari Pengadilan Negeri Sampit. Langkah ini merupakan bagian dari tugas dan fungsi Pembimbing Kemasyarakatan dalam memastikan hak-hak Anak tetap terpenuhi selama proses hukum berlangsung.
Dalam kegiatan monev, PK memastikan kebutuhan dasar Anak selama berada di Lapas terpenuhi dengan baik. Selain itu, Anak juga mendapatkan sesi konseling berupa motivasi dan dukungan psikososial. PK memberikan ruang bagi Anak untuk menyampaikan perasaan, pengalaman, serta pandangannya selama menjalani proses hukum.
“Monev ini kami lakukan untuk memberikan motivasi serta dukungan bagi Anak. Anak juga diberikan ruang untuk berbicara serta mengemukakan pendapatnya. Anak banyak bercerita soal dirinya selama di Lapas bertemu dengan orang-orang baik yang senantiasa membantunya,” ujar Pembimbing Kemasyarakatan.
Ia menambahkan, selama kurang lebih tiga minggu proses hukum berjalan, Anak telah menunjukkan sikap reflektif atas perbuatannya.
“Selain itu, Anak juga diberikan kesempatan untuk refleksi diri setelah proses kasus ini berlangsung. Terakhir, Anak memaparkan impian dan rencana ke depannya setelah pulang kembali ke orang tuanya,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bapas Sampit, Sugiyanto, menegaskan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi merupakan komitmen pihaknya dalam mengawal perkara Anak hingga tahap pasca ajudikasi.
“Monev klien Anak ini menjadi wujud Bapas Sampit mengawal kasus Anak hingga tahap pasca ajudikasi. Ke depan, kami akan melakukan monev kembali guna memastikan Anak tidak mengulangi tindak pidana lagi dan menjadi pribadi yang lebih baik,” tegasnya.
Melalui pendampingan berkelanjutan tersebut, Bapas Sampit berharap proses pembinaan dan pemulihan dapat berjalan optimal, sehingga Anak dapat kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat dengan semangat baru serta komitmen untuk menjalani kehidupan yang lebih positif.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi


