SAMPIT,katakata.co.id – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Sampit terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan mengoptimalkan pelaksanaan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM), termasuk Survei Persepsi Kualitas Pelayanan (SPKP) dan Survei Persepsi Anti Korupsi (SPAK).
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap layanan yang diberikan kepada masyarakat.
Setiap pengguna layanan yang telah menyelesaikan proses pelayanan di Bapas Sampit diarahkan untuk mengisi survei secara mandiri. Melalui survei tersebut, masyarakat dapat memberikan penilaian terhadap berbagai aspek pelayanan, seperti kemudahan prosedur, kecepatan pelayanan, kompetensi petugas, hingga kualitas sarana dan prasarana yang tersedia.
Kepala Bapas Kelas II Sampit, Prayudha Rachmadany, mengatakan partisipasi masyarakat dalam survei menjadi elemen penting untuk memastikan pelayanan publik terus mengalami peningkatan sesuai kebutuhan pengguna layanan.
“Partisipasi masyarakat dalam mengisi Survei Kepuasan Masyarakat menjadi cerminan kepedulian bersama terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik. Hasil survei akan kami jadikan dasar untuk melakukan evaluasi serta penyempurnaan layanan secara berkelanjutan,” ujar Prayudha, Rabu (29/7/2026).
Menurutnya, setiap kritik, saran, maupun apresiasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan evaluasi dalam menyempurnakan sistem pelayanan. Bapas Sampit berkomitmen menghadirkan pelayanan yang profesional, transparan, akuntabel, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Tingginya tingkat partisipasi pengguna layanan dalam mengisi survei juga dinilai sebagai bentuk kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Bapas Sampit. Karena itu, pihaknya mengapresiasi seluruh responden yang telah memberikan penilaian secara jujur, objektif, dan konstruktif.
Prayudha menambahkan, pelaksanaan SKM yang dilakukan secara berkala menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung Reformasi Birokrasi di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
“Kami berkomitmen terus meningkatkan standar pelayanan publik agar semakin mudah diakses, berkualitas, dan mampu memenuhi harapan masyarakat. Masukan dari pengguna layanan menjadi energi bagi kami untuk terus berbenah,” tutupnya.
Melalui pelaksanaan survei secara konsisten, Bapas Kelas II Sampit berharap budaya pelayanan prima dapat terus terbangun sehingga kepercayaan masyarakat terhadap layanan pemasyarakatan semakin meningkat.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi


