SAMPIT, KATAKATA.CO.ID – Keterbatasan sumber air menjadi salah satu kendala yang dihadapi petugas dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kondisi ini terutama menjadi persoalan ketika api membakar kawasan gambut yang membutuhkan banyak air untuk proses pemadaman dan pendinginan.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Manggala Agni membuat sumur bor manual di Jalan Tjilik Riwut, dekat pintu masuk Sagonta Kota, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang.
Komandan Daops Pangkalan Bun Seksi Wilayah III Kalsel-Teng, Binsar Oktavianus Togatorop mengatakan, sumur tersebut dibuat karena petugas kesulitan memperoleh sumber air di sekitar lokasi rawan karhutla.
“Ini karena wilayah ini kesulitan akses air untuk pemadaman karhutla. Ini juga yang mengakibatkan pemadaman api di lahan gambut sering tak tuntas,” ujar Binsar, Jumat (14/8/2026).
Wilayah Baamang menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian dalam penanganan karhutla. Selain memiliki sejumlah area yang rawan terbakar, kawasan tersebut juga berada di jalur strategis menuju Trans Kalimantan dan Bandara H Asan Sampit.
“Karena atensinya di wilayah Baamang dulu karena akses jalan Trans Kalimantan dan bandara, jadi ini yang prioritas dulu,” katanya.
Sumur bor yang dibuat secara manual tersebut memiliki kedalaman sekitar 24 meter. Dari proses pengeboran, petugas telah menemukan sumber air, meski debit yang dihasilkan masih dalam tahap pemantauan.
“Sumur bor yang dibuat sedalam 24 meter kini sudah mengeluarkan air,” jelasnya.
Keberadaan sumber air di lokasi tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pemadaman. Petugas BPBD maupun pemadam tidak perlu lagi menempuh jarak jauh untuk mencari lokasi pengisian air ketika melakukan penanganan kebakaran.
“Harapannya petugas pemadam kebakaran dan BPBD bisa mengakses air tanpa harus mencari titik pengisian,” ungkap Binsar.
Ketersediaan air menjadi semakin krusial ketika kebakaran terjadi di lahan gambut. Api dapat bertahan dan merambat di lapisan bawah permukaan, sehingga pemadaman tidak cukup hanya dilakukan terhadap api yang terlihat.
Petugas membutuhkan pasokan air yang cukup untuk memadamkan api sekaligus melakukan pendinginan guna mencegah munculnya kembali titik api.
Manggala Agni masih memantau debit air dari sumur tersebut. Jika kapasitasnya dinilai mencukupi, sumur bor ini berpotensi menjadi salah satu sumber air alternatif untuk mendukung operasi pemadaman karhutla di kawasan Baamang.
Editor: Juniardi


